Jakarta, VIVA – Jelang kick-off Piala Dunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang, isu panas mendadak menyelimuti persiapan turnamen tersebut. Bukan soal teknis lapangan, melainkan situasi geopolitik yang memanas yang mengancam partisipasi sejumlah negara besar.
Ketegangan bermula dari kabar Timnas Iran yang mempertimbangkan untuk memboikot turnamen bergengsi ini. Langkah ini diambil menyusul eskalasi militer setelah adanya serangan dari pihak Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) menyatakan keraguan mendalam atas keikutsertaan mereka di ajang empat tahunan ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Setelah serangan ini, kita tidak bisa berharap menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan,” tegas Presiden FFIRI, Mehdi Taj, saat memberikan keterangan kepada media olahraga setempat.
Tak Hanya Iran, Raksasa Eropa Turut Bereaksi
Kekhawatiran ternyata tidak berhenti di Iran. Berdasarkan laporan dari Sick Footballs, terdapat setidaknya 6 negara lain yang juga dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menarik diri dari perhelatan tersebut akibat situasi geopolitik global saat ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Yang mengejutkan, daftar negara yang berpotensi mundur mencakup tim-tim papan atas dunia. Dua mantan juara dunia, Timnas Prancis dan Timnas Jerman, disebut-sebut masuk dalam daftar tersebut. Selain itu, tim bertabur bintang seperti Belanda, Belgia, Denmark, Afrika Selatan, hingga Iran sendiri menjadi sorotan utama dalam isu pengunduran diri ini.
Hingga saat ini, para penggemar sepak bola di seluruh dunia masih menunggu pernyataan resmi dari masing-masing federasi negara terkait dan langkah antisipasi dari FIFA. Jika boikot ini benar-benar terjadi, Piala Dunia 2026 terancam kehilangan daya tarik utamanya dan menjadi salah satu edisi paling kontroversial dalam sejarah sepak bola modern.
Konflik dengan Iran Makin Memanas, Menteri Perang AS Akhirnya Ungkap Awal Mula Perang
Menteri perang AS, Pete Hegseth mengungkap kronologi konflik antara AS dengan Iran versi pemerintahan Trump. Disebutkan bahwa awal mula permasalahan ini terkait nuklir
VIVA.co.id
9 Maret 2026

1 day ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

