VIVA – Piala Dunia 2026 dipastikan bakal tampil jauh lebih besar dibanding edisi-edisi sebelumnya. Turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu menghadirkan lebih banyak tim, lebih banyak pertandingan, sekaligus lebih banyak tuan rumah. Namun di balik gegap gempitanya, muncul satu pertanyaan besar: apakah Piala Dunia mulai kebablasan?
Format baru dengan 48 peserta membuat jumlah pertandingan melonjak menjadi 104 laga, naik drastis dari sebelumnya 64 pertandingan. Turnamen pun akan berlangsung hampir enam pekan penuh pada Juni hingga Juli mendatang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di satu sisi, FIFA menganggap ekspansi ini sebagai langkah untuk membuat sepak bola semakin global. Namun di sisi lain, banyak pihak khawatir kualitas dan eksklusivitas turnamen justru mulai terkikis.
Mantan striker timnas Amerika Serikat, Clint Dempsey, menilai format baru membuat tensi kompetisi terasa berkurang di fase awal.
“Saya pribadi merasa turnamen ini sedikit kehilangan gairah dan kualitasnya. Rasanya seperti Piala Dunia baru benar-benar dimulai saat memasuki babak 32 besar,” kata Dempsey kepada AP.
Dengan format baru tersebut, peluang munculnya “grup neraka” praktis jauh berkurang. Selain itu, delapan tim peringkat ketiga terbaik juga berhak lolos ke fase gugur, sehingga banyak laga grup dinilai kehilangan nuansa hidup-mati yang selama ini menjadi ciri khas Piala Dunia.
Penulis sepak bola Jonathan Wilson bahkan menyebut ancaman terbesar dari format anyar ini adalah hilangnya kemewahan sebuah tontonan.
“Saya pikir bahaya terbesar adalah menurunnya nilai spektakel turnamen,” ujar Wilson.
“Mungkin FIFA masih aman kali ini karena ini edisi pertama dengan format baru dan harga tiketnya sangat mahal. Tapi lama-lama penyiar dan fans bisa kehilangan minat kalau turnamen baru terasa menarik mulai babak 16 besar. Laga Piala Dunia seharusnya terasa wajib ditonton. Tapi tidak ada orang yang akan menonton 90 dari total 104 pertandingan. Itu terlalu banyak,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski menuai kritik, Presiden FIFA Gianni Infantino tetap yakin perluasan peserta akan membuka kesempatan lebih luas bagi negara-negara kecil untuk tampil di panggung dunia.
Empat negara debutan bakal tampil di Piala Dunia 2026, termasuk Curacao yang menjadi negara dengan populasi terkecil sepanjang sejarah yang lolos ke putaran final.
Halaman Selanjutnya
“Itu pencapaian besar bagi kami, tetapi kami juga ingin menunjukkan bahwa kami layak berada di sana,” kata kiper Curacao, Eloy Room.

3 weeks ago
9














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)