PKS Soroti Tantangan Bangsa, Minta Pemerintah Terbuka terhadap Kritik

3 weeks ago 10

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:00 WIB

Jakarta, VIVA – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melalui Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 
“Analisis Lingkungan Strategis Nasional: Dua Tahun Kabinet Merah Putih” di Jakarta. 

Forum tersebut menjadi ruang diskusi berbagai kalangan untuk membahas kondisi fundamental bangsa di tengah dinamika global dan nasional yang dinilai semakin kompleks.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua MPP PKS, Mulyanto, mengatakan Indonesia saat ini menghadapi tantangan multidimensional, mulai dari tekanan ekonomi global, geopolitik, disrupsi teknologi digital, hingga persoalan ketahanan pangan dan energi.

“Karena itu dibutuhkan forum yang sehat, terbuka, dan berbasis pemikiran strategis lintas kelompok agar bangsa mampu membaca arah perubahan zaman secara objektif serta menyiapkan langkah kebangsaan yang konstruktif dan berpihak kepada keselamatan serta kesejahteraan rakyat,” kata Mulyanto dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei 2026.

Mulyanto yang juga anggota Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR RI menilai penguatan fondasi bangsa harus dilakukan melalui dialog terbuka antara partai politik, masyarakat sipil, kalangan akademisi, dan kelompok intelektual.

Dalam forum tersebut, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengapresiasi PKS karena dinilai konsisten menjaga tradisi berpikir kritis dan objektif dalam membaca arah perjalanan bangsa.

Menurut Sudirman, forum intelektual seperti FGD penting agar kebijakan publik tidak hanya terjebak pada pragmatisme jangka pendek, tetapi tetap berpijak pada kepentingan nasional dan masa depan masyarakat.

“Partai politik sebagai salah satu pilar utama demokrasi harus berkolaborasi dengan masyarakat sipil, kalangan intelektual, mahasiswa, dan kelas menengah yang peduli terhadap nasib bangsa,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Ketua Program Studi Kajian Amerika Universitas Indonesia, Suzie Sudarman, menekankan pentingnya Indonesia memperkuat kemandirian diplomasi dan kapasitas ilmu pengetahuan dalam menghadapi perubahan geopolitik global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai rivalitas kekuatan dunia dan perubahan tatanan ekonomi internasional menuntut Indonesia memiliki posisi yang lebih mandiri, adaptif, dan berorientasi pada kepentingan nasional.

“Agar Indonesia tidak terjebak pada pertarungan kepentingan negara-negara besar. Kedaulatan Indonesia berada di tangan para pemimpin yang berjiwa merdeka sekaligus berempati kepada rakyat,” kata Suzie.

Halaman Selanjutnya

Dalam kesempatan yang sama, aktivis energi Marwan Batubara menilai pemerintah menghadapi persoalan serius akibat lemahnya perencanaan strategis, keterbatasan fiskal, serta kuatnya pengaruh oligarki warisan pemerintahan sebelumnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |