Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juli 2026.
Pertemuan tersebut menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara yang kini diarahkan pada kerja sama strategis di sektor ketahanan pangan, energi, hingga pasokan bahan baku pupuk.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan, kunjungan Presiden Lukashenko merupakan kunjungan balasan setelah Presiden Prabowo melakukan lawatan resmi ke Belarus pada pertengahan Juli lalu.
Dari pertemuan sebelumnya, kedua negara sepakat memperluas berbagai peluang kerja sama yang dinilai saling menguntungkan.
“Pada pagi hari ini Presiden Prabowo Subianto akan menerima kunjungan kenegaraan balasan dari Presiden Alexander Lukashenko dari Belarus,” ucap Sugiono kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Juli 2026.
Sugiono menjelaskan, kunjungan Presiden Prabowo ke Belarus menjadi titik awal penguatan hubungan bilateral yang kini memasuki fase yang lebih konkret.
“Seperti kita ketahui pada tanggal 15 Juli yang lalu Presiden kita berkunjung ke sana dan dari pertemuan tersebut banyak potensi-potensi kerja sama bilateral yang ingin terus dikembangkan,” tutur dia.
Momentum tersebut semakin diperkuat setelah penandatanganan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU), di mana Belarus menjadi salah satu negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut.
“Seperti kita ketahui juga telah terjadi penandatanganan EAEU CEPA dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi tersebut,” jelas Sugiono.
Menurut Sugiono, perkembangan tersebut membuka babak baru hubungan Indonesia dan Belarus. Dalam kunjungan kali ini, kedua negara juga akan meluncurkan roadmap hubungan bilateral yang mencakup berbagai sektor strategis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ini menunjukkan bahwa hubungan bilateral kita memasuki satu, kalau saya boleh katakan, tahap yang baru yang lebih intensif di mana dari situ pada hari ini juga akan diluncurkan suatu roadmap hubungan bilateral di berbagai sektor antara Indonesia dengan Belarus,” tukasnya.
Pemerintah Indonesia menempatkan ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai fokus utama kerja sama. Agenda tersebut selaras dengan program prioritas Presiden Prabowo dalam memperkuat kemandirian nasional di sektor pangan dan energi.
Halaman Selanjutnya
“Kepentingan kita yang utama karena ini juga sesuai dengan program Bapak Presiden terutama di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi, kerja sama yang lebih intensif di bidang ini juga akan dimantapkan,” bebernya.

1 week ago
7











