Prabowo Blak-blakan Ungkap Penyebab Gaji Guru di Indonesia Kecil!

3 weeks ago 9

Kamis, 21 Mei 2026 - 00:05 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan penyebab kecilnya gaji guru, Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga aparat di Indonesia. Ia menegaskan kekayaan negara mengalami kebocoran selama puluhan tahun lamanya.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 di ruang rapat paripurna DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulanya, Prabowo mengaku bakal memprioritaskan kesejahteraan para guru di Indonesia. Menurutnya, masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan.

"Kita ingin guru-guru kita terjamin kesejahteraannya. Memperbaiki kondisi kehidupan guru harus menjadi prioritas kita. Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dapat diberikan kepada anak anaknya," kata Prabowo.

Ilustrasi guru honorer mengajar di pelosok

"Kualitas pendidikan ditentukan oleh guru-guru yang berkualitas, guru-guru yang semangat, guru-guru yang gembira, guru-guru yang bisa menjadi contoh bagi generasi generasi penerus bangsa," sambungnya.

Selain kesejahteraan para guru, Prabowo juga ingin UMKM di Indonesia berkembang pesat. Ia ingin melihat Indonesia yang setiap warga negaranya hidup rukun, damai, cukup sandang, pangan, dan papan.

Di sisi lain, ia menyinggung data PBB menyebut bahwa selama 22 tahun keuntungan Indonesia mencapai US$436 miliar, namun dana yang bocor keluar dari Indonesia mencapai US$343 miliar.

"Berarti selama 22 tahun kekayaan kita yang tinggal di Indonesia US$436 miliar dikurangi US$343 miliar," kata Prabowo.

"Ini sebabnya gaji-gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat dan sebagainya," sambungnya.

Prabowo menyebut, telah terjadi aliran keluar kekayaan nasional atau outflow of national wealth sejak masa Orde Baru. Dia pun menyoroti praktik pelaporan nilai ekspor di bawah nilai sebenarnya (underinvoicing) yang disebut sebagai bentuk penipuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Praktik itu dilakukan dengan menjual komoditas dari perusahaan di dalam negeri ke perusahaan milik sendiri di luar negeri dengan harga jauh lebih rendah dari harga sebenarnya.

"Banyak di antara mereka membuat perusahaan di luar negeri. Dia jual dari perusahaan dia di dalam negeri ke perusahaan dia di luar negeri yang harganya jauh di bawah harga yang sebenarnya. Ini yang terjadi. Sekali lagi, ini adalah data dari PBB," kata Prabowo.

Halaman Selanjutnya

Dia mengatakan, praktik tersebut terjadi pada berbagai komoditas, termasuk batu bara dan minyak kelapa sawit. Selain under invoicing, Prabowo juga menyinggung adanya undercounting, transferpricing, serta penyelundupan melalui pelabuhan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |