Prabowo Soroti Gaji Guru-Kemiskinan Ekstrem: Kita Diberi Mandat untuk Selesaikan

15 hours ago 4

Senin, 20 Juli 2026 - 22:51 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti gaji guru yang masih rendah dan masih adanya kebocoran ekonomi nasional yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri selama bertahun-tahun.

Hal itu diungkap Prabowo saat menyampaikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 20 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita paham, seluruh bangsa paham bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini semua masalah kita paham," kata Prabowo.

Prabowo menyebut berbagai persoalan tersebut merupakan tantangan yang harus diselesaikan pemerintah.

Menurutnya, mandat yang diberikan rakyat kepada pemerintah bertujuan untuk menghadapi dan mencari solusi atas persoalan-persoalan tersebut. Prabowo juga mengaku baru mengetahui besarnya persoalan yang dihadapi setelah memimpin pemerintahan.

Menurut dia, salah satu persoalan mendasar yang dihadapi Indonesia ialah terjadinya kebocoran ekonomi dalam jumlah besar melalui berbagai praktik yang merugikan negara.

Hal itu menyebabkan bangsa dan negara tidak mendapatkan keuntungan yang semestinya dimiliki berdasarkan kekayaan sumber daya alam Indonesia.

"Terjadi suatu distorsi terhadap perekonomian kita, telah terjadi mengalir keluar kekayaan kita secara signifikan ribuan triliun, ratusan miliar dolar tiap tahun," kata Prabowo.

Prabowo menilai kebocoran kekayaan negara tidak boleh dibiarkan berlanjut karena akan berdampak terhadap kemampuan pemerintah menyelesaikan berbagai persoalan mendasar, termasuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa. Karena itu, saya ingatkan kita diberi mandat untuk menyelesaikan masalah," kata Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 100 persoalan strategis selama sekitar 18 bulan pertama masa pemerintahan.

Menurut dia, capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk terus memperbaiki pelayanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun digelar sebagai forum evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih menjelang pidato kenegaraan Presiden pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam sidang itu, Presiden memaparkan sejumlah capaian sekaligus tantangan pemerintah di bidang ekonomi, pangan, dan kesejahteraan masyarakat. (Ant)

Presiden Prabowo Subianto

Prabowo Target Pembangunan 5.000 Jembatan Rampung Akhir 2026

Presiden Prabowo Subianto mengungkap pemerintah telah membangun 1.000 jembatan desa sampai Juli 2026. Dia menargetkan pembangunan 5 ribu jembatan rampung akhir 2026.

img_title

VIVA.co.id

20 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |