Presiden Iran Sebut AS Bermuka Dua: Mau Dialog Tapi Siapkan Opsi Militer

2 hours ago 1

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:08 WIB

Teheran, VIVA – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan apresiasi atas dukungan negara-negara Islam yang tegas menolak kemungkinan wilayahnya dijadikan basis serangan Amerika Serikat (AS) ke Teheran.

Namun di saat yang sama, ia menyoroti sikap Washington yang dinilai membingungkan dan penuh kontradiksi dalam hubungannya dengan Iran, menurut pernyataan kepresidenan Iran.

"Kebijakan berprinsip pemerintah Republik Islam Iran didasarkan pada pelestarian persatuan dan kohesi etnis dan sekte serta penguatan solidaritas nasional," kata Pezeshkian seperti dikutip laman kepresidenan Iran, Rabu, 28 Januari 2026.

Ia menekankan pentingnya persatuan di antara negara-negara Muslim dalam menghadapi tekanan eksternal.

"Saya sepenuh hati percaya bahwa umat Islam dan negara-negara Islam adalah saudara, dan saya sangat yakin bahwa bersama-sama dan melalui kerja sama, kita dapat membangun kawasan yang aman, maju, dan berkembang bagi rakyat," ujarnya.

Dalam pernyataannya, Pezeshkian mengkritik keras sikap Amerika Serikat dan Israel yang menurutnya terus menunjukkan permusuhan terhadap Iran, mulai dari tekanan ekonomi hingga upaya memicu konflik internal.

"Mereka mengira dengan tindakan ini, mereka dapat mengubah Iran menjadi Suriah atau Libya, tanpa menyadari bahwa mereka tidak memahami realitas, sifat, dan kebesaran rakyat Iran," katanya, seraya menegaskan bahwa "kehadiran luas dan sadar bangsa Iran" telah menggagalkan rencana tersebut.

Pezeshkian secara khusus menyoroti inkonsistensi kebijakan Amerika Serikat, yang di satu sisi membuka jalur dialog, tetapi di sisi lain justru melakukan tindakan militer dan melanggar kesepakatan.

"Kami sedang berdialog dengan Amerika ketika, di hadapan seluruh dunia, mereka melancarkan serangan militer terhadap kami… Dalam interaksi dengan negara-negara Eropa, kami mencapai kesepakatan dan konsensus, tetapi Amerika-lah yang melanggarnya dan tidak mendukungnya," ungkapnya

Meski demikian, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap membuka pintu bagi perdamaian dan stabilitas kawasan, meski dibayangi sikap AS yang dinilai tidak konsisten.

"Kami tetap siap untuk menyambut setiap proses yang mengarah pada perdamaian, ketenangan, dan penghindaran konflik dan perang, dalam kerangka hukum internasional dan sambil sepenuhnya menjaga dan menghormati hak-hak bangsa dan negara," katanya.

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Iran telah berulang kali menghubungi Washington untuk membuka jalur negosiasi, di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan Axios pada Senin. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |