Presiden Iran Ungkap Syarat Penting Kelanjutan Gencatan Senjata dengan AS

2 weeks ago 6

Jumat, 10 April 2026 - 15:10 WIB

VIVA –Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa kelanjutan kesepakatan gencatan senjata sementara sangat bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap komitmen yang telah disepakati.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pada Kamis waktu setempat. Pembicaraan tersebut berlangsung sehari setelah gencatan senjata selama dua minggu mulai diberlakukan antara Teheran dan Washington, sebagai langkah awal menuju perundingan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan ini tercapai setelah Amerika Serikat dan Israel gagal mencapai tujuan mereka usai 41 hari berperang melawan Iran.

“Iran menerima gencatan senjata sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjaga stabilitas kawasan dan mencegah meluasnya konflik,” ujar Pezeshkian dikutip dari laman presstv.ir, Jumat 10 April 2026.

Ia menegaskan bahwa kelanjutan kesepakatan itu bergantung pada komitmen pihak lawan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada negara-negara sahabat yang telah berupaya menghentikan apa yang disebutnya sebagai agresi ilegal Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Selain itu, ia memuji sikap Turki yang mengecam serangan militer tersebut serta solidaritas rakyat Turki terhadap Iran selama konflik berlangsung.

“Meski Amerika Serikat mengkhianati jalur diplomasi dan tetap menyerang Iran dalam dua putaran perundingan terakhir, Republik Islam tetap bersikap bertanggung jawab dengan menerima permintaan negara-negara tetangga dan sahabat untuk menghentikan pertempuran dan memberlakukan gencatan senjata,” lanjutnya.

Dua konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yakni agresi selama 12 hari pada Juni 2025 dan perang 41 hari tahun ini terjadi di tengah perundingan tidak langsung terkait isu nuklir antara kedua negara.

Serangan terbaru yang disebut sebagai agresi oleh Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari, ditandai dengan serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi dan komandan militer Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan harian menggunakan rudal dan drone ke berbagai target di wilayah pendudukan Israel, serta pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan gencatan senjata pada Rabu setelah Amerika Serikat menerima proposal 10 poin dari Iran, yang juga mencakup penghentian konflik di Lebanon.

Halaman Selanjutnya

Namun, Israel disebut melanggar kesepakatan tersebut dengan melancarkan serangan udara ke kawasan permukiman di Lebanon, yang menewaskan lebih dari 300 orang dan melukai lebih dari 1.150 lainnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |