Jakarta, VIVA – Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengalokasikan anggaran Rp19,95 miliar untuk penyewaan mobil dinas menjadi sorotan publik.
Sejumlah pihak mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran daerah untuk skema penyewaan kendaraan dinas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Nama Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie pun turut menjadi sorotan. Meski menuai kritik, Pemkot Tangsel menegaskan keputusan menggunakan sistem sewa telah melalui berbagai pertimbangan.
Pemkot Tangsel menilai mekanisme penyewaan kendaraan lebih efisien dibandingkan pengadaan kendaraan dinas baru yang membutuhkan anggaran lebih besar.
Skema tersebut juga disebut sebagai bagian dari strategi pengelolaan aset pemerintah agar beban operasional dapat ditekan.
Dengan sistem sewa, pemerintah daerah tidak lagi menanggung biaya perawatan kendaraan yang selama ini menjadi pengeluaran rutin.
Apabila kendaraan mengalami kerusakan, seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa.
Selain itu, pemerintah tidak dibebani risiko penyusutan nilai kendaraan karena seluruh aset tetap menjadi milik pihak penyedia.
Pertimbangan efisiensi tersebut menjadi dasar Pemkot Tangsel memilih sistem sewa dibandingkan membeli kendaraan dinas baru.
Meski demikian, besarnya anggaran yang dialokasikan tetap memunculkan perdebatan mengenai efektivitas serta prioritas belanja pemerintah daerah.
Publik pun masih menunggu penjelasan lebih rinci terkait dasar perhitungan anggaran penyewaan kendaraan tersebut.
Benyamin Davnie sendiri menilai skema penyewaan kendaraan lebih efektif untuk menunjang operasional pemerintahan.
Menurutnya, kendaraan dinas akan selalu dalam kondisi layak digunakan tanpa membebani anggaran daerah dengan biaya pemeliharaan yang terus meningkat seiring bertambahnya usia kendaraan.
Profil Benyamin Davnie
Benyamin Davnie menjabat sebagai Wali Kota Tangerang Selatan sejak 26 April 2021 hingga 2024. Sebelum menjadi wali kota, ia merupakan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan selama dua periode mendampingi Airin Rachmi Diany, yakni sejak 20 April 2011 hingga 20 April 2021.
Benyamin Davnie lahir di Pandeglang pada 1 September 1958. Riwayat pendidikannya dimulai dari SDN 6 Tangerang pada 1963–1970. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Tangerang pada 1971–1973, kemudian bersekolah di SMAN 1 Tangerang pada 1974–1976. Pendidikan tinggi ditempuh di Universitas Padjadjaran pada 1977–1982 hingga meraih gelar sarjana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Harta Kekayaan Benyamin Davnie
Berdasarkan data LHKPN, Benyamin Davnie memiliki total harta sebesar Rp6.219.314.641 dengan total utang Rp116.520.000.
Halaman Selanjutnya
Aset terbesar berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp4.350.000.000. Rinciannya, ia memiliki sebidang tanah seluas 700 meter persegi di Kota Tangerang Selatan yang diperoleh dari hasil sendiri dengan nilai Rp1.000.000.000.

4 weeks ago
7


















