VIVA – Timnas Senegal menjadi salah satu wakil Afrika yang mencuri perhatian menjelang Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Tim berjuluk Lions of Teranga itu tampil impresif sepanjang kualifikasi zona Afrika (CAF) dan berhasil finis sebagai juara Grup B untuk memastikan tiket ke putaran final.
Perjalanan Senegal menuju Piala Dunia 2026 tidak sepenuhnya berjalan mulus. Di tengah keberhasilan mereka di lapangan, tim ini juga diterpa kontroversi setelah gelar juara Piala Afrika 2025 yang mereka raih dicabut oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, Senegal tetap menunjukkan optimisme tinggi dalam menatap turnamen sepak bola terbesar dunia tersebut. Mereka berharap mampu mengulang pencapaian bersejarah pada Piala Dunia 2002 saat sukses menembus babak perempat final.
Pada babak kualifikasi CAF, Senegal tergabung di Grup B bersama Republik Demokratik Kongo, Mauritania, Togo, Sudan, dan Sudan Selatan.
Dalam format kualifikasi zona Afrika, sembilan juara grup langsung lolos ke Piala Dunia, sementara runner-up terbaik harus melalui babak play-off antar-konfederasi.
![]()
Senegal tampil konsisten sejak awal kualifikasi. Mereka akhirnya memastikan status juara grup setelah meraih kemenangan telak 4-0 atas Mauritania. Kedalaman skuad yang dihuni kombinasi pemain senior dan talenta muda membuat Senegal dinilai sebagai salah satu tim Afrika dengan potensi besar di Piala Dunia 2026.
Secara historis, Senegal sudah tiga kali tampil di Piala Dunia sebelum edisi 2026, yakni pada 2002, 2018, dan 2022. Penampilan paling ikonik terjadi pada debut mereka di Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.
Saat itu, Senegal mengejutkan dunia setelah mengalahkan juara bertahan Prancis dengan skor 1-0 pada laga pembuka lewat gol Papa Bouba Diop. Mereka kemudian melaju hingga perempat final dan menjadi tim Afrika kedua yang mampu mencapai fase tersebut setelah Kamerun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Senegal gagal lolos dari fase grup meski memiliki poin dan selisih gol yang sama dengan Jepang. Mereka tersingkir karena kalah dalam aturan fair play.
Empat tahun kemudian di Qatar 2022, Senegal berhasil menembus babak 16 besar sebelum dihentikan Inggris. Capaian tersebut semakin mengukuhkan status mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Afrika.
Halaman Selanjutnya
Saat ini Senegal dilatih Pape Thiaw yang mengambil alih kursi pelatih pada 2024 menggantikan Aliou Cisse. Di bawah arahannya, Senegal berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 dan sempat meraih gelar Piala Afrika 2025 sebelum dicabut CAF akibat kontroversi terkait final melawan Maroko.

2 weeks ago
5














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)