VIVA –Perkembangan smartphone membuat prosesor HP atau chipset semakin penting untuk diperhatikan. Bukan hanya menentukan seberapa cepat aplikasi dibuka, chipset juga berpengaruh terhadap kemampuan kamera, gaming, konektivitas, kecerdasan buatan (AI), efisiensi baterai, hingga dukungan pembaruan perangkat.
Saat membeli HP baru, pengguna sering dihadapkan pada istilah entry-level, mid-range, dan flagship. Ketiganya memiliki perbedaan kemampuan dan target penggunaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menariknya, jarak performa antarkelas chipset kini semakin tipis. Chipset kelas menengah sudah mampu menjalankan berbagai aktivitas yang sebelumnya identik dengan HP mahal. Namun, kelas flagship tetap memiliki keunggulan ketika berbicara tentang performa maksimal, pemrosesan AI, kamera, gaming, dan fitur konektivitas terbaru.
Lantas, apa sebenarnya perbedaan ketiga kelas chipset tersebut? Berikut VIVA telah merangkumnya Rabu, 26 Agustus 2026.
1. Chipset Entry-Level: Fokus pada Kebutuhan Dasar
Chipset entry-level dirancang untuk smartphone dengan harga lebih terjangkau.
Kelas ini biasanya ditujukan bagi pengguna yang kebutuhan utamanya adalah komunikasi, media sosial, streaming video, browsing, aplikasi perbankan, dan aktivitas ringan lainnya.
Contohnya dapat ditemukan pada keluarga chipset seperti Snapdragon 4 Series atau sejumlah platform MediaTek yang menyasar smartphone terjangkau.
Qualcomm menjelaskan bahwa Snapdragon 4 Series dirancang untuk menghadirkan fitur dan pengalaman yang lebih baik pada smartphone terjangkau, termasuk konektivitas 5G pada generasi tertentu.
Namun, entry-level bukan berarti selalu lambat.
Chipset generasi baru sudah mampu menangani aktivitas sehari-hari dengan cukup nyaman selama perangkat memiliki RAM, penyimpanan, dan optimasi software yang memadai.
Kelebihan Entry-Level
Beberapa keunggulannya antara lain:
- Harga smartphone lebih terjangkau.
- Konsumsi daya relatif rendah pada beban ringan.
- Cukup untuk WhatsApp, media sosial, browsing, dan streaming.
- Cocok bagi pengguna yang tidak membutuhkan performa tinggi.
- Kekurangannya
- Keterbatasannya biasanya mulai terasa ketika digunakan untuk:
- Game berat.
- Multitasking ekstrem.
- Pengeditan video beresolusi tinggi.
- Pemrosesan AI yang kompleks.
- Kamera dengan fitur komputasi tingkat lanjut.
Karena itu, HP entry-level lebih cocok untuk pengguna yang ingin perangkat praktis tanpa mengejar performa maksimal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. Chipset Mid-Range: Titik Tengah yang Semakin Menarik
Kelas mid-range menjadi salah satu segmen paling menarik karena menawarkan keseimbangan antara harga dan performa.
Halaman Selanjutnya
Chipset di kelas ini biasanya sudah cukup kuat untuk menjalankan game populer, multitasking, kamera dengan fitur komputasi, hingga aplikasi produktivitas.

3 hours ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

