Punya Motor Tua, Bisa Dapat Subsidi Rp3,5 Juta

46 minutes ago 1

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:25 WIB

Jakarta, VIVA– Pemerintah Malaysia tengah mempertimbangkan program subsidi untuk pemilik sepeda motor tua yang ingin menukarnya dengan kendaraan baru. Jika terealisasi, pemilik motor bisa mendapatkan bantuan hingga RM1.000 atau sekitar Rp3,5 juta.

Dilansir VIVA dari Paultan, Rabu 26 Agustus 2026, Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan skema tersebut sebagai upaya mendorong masyarakat mengganti sepeda motor lama dengan kendaraan yang lebih baru dan aman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Loke menyebut pihaknya akan membahas proposal tersebut bersama sekretaris jenderal kementerian pada pekan berikutnya. Pembahasan terutama berkaitan dengan sumber pendanaan yang memungkinkan program tersebut dijalankan.

Jika mendapat persetujuan, program subsidi tukar tambah sepeda motor ini berpotensi mulai diterapkan pada akhir 2026 atau awal 2027.

Nilai bantuan yang diusulkan sekitar RM1.000 untuk setiap sepeda motor. Dengan kurs sekitar Rp3.500 per RM, nominal tersebut setara kurang lebih Rp3,5 juta.

Besaran subsidi untuk sepeda motor sengaja dipertimbangkan lebih rendah dibandingkan program penggantian kendaraan lama yang sebelumnya diterapkan pemerintah Malaysia. Hal ini berkaitan dengan jumlah sepeda motor yang jauh lebih banyak di negara tersebut.

Sebelumnya, pemerintah Malaysia telah menjalankan program hibah pencocokan untuk mendorong pemilik kendaraan berusia 20 tahun atau lebih mengganti kendaraannya. Program yang diluncurkan pada Januari tersebut menyediakan alokasi RM10 juta.

Dalam skema itu, pemilik kendaraan yang memenuhi syarat mendapatkan bantuan RM2.000. Nilai tersebut kemudian dicocokkan oleh produsen mobil nasional Malaysia yang berpartisipasi.

Program tersebut mendapat respons cukup besar dari masyarakat. Dana yang tersedia bahkan dilaporkan habis hanya dalam waktu sekitar tiga bulan.

Karena itu, pemerintah kini melihat kemungkinan memperluas konsep serupa ke kendaraan roda dua. Namun, sumber dananya masih menjadi salah satu persoalan yang perlu dibahas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Loke mengatakan anggaran tambahan dari Kementerian Keuangan bukan satu-satunya opsi. Pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan pendapatan yang diperoleh Kementerian Transportasi Malaysia dari penjualan nomor registrasi kendaraan khusus.

Pendapatan tersebut selama ini dapat digunakan kembali untuk berbagai program di bawah kementerian, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan keselamatan jalan raya.

Halaman Selanjutnya

Selain persoalan anggaran, pemerintah Malaysia juga sebelumnya telah memberikan syarat terkait keterlibatan industri lokal. Pada Maret 2026, Loke menyatakan program insentif pembuangan sepeda motor tua hanya dapat berjalan apabila mendapatkan dukungan aktif dari produsen sepeda motor lokal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |