Rabu, 20 Mei 2026 - 14:10 WIB
VIVA –Presiden Rusia, Vladimmir Putin mengunjungi Beijing China hari ini, Rabu 20 Mei 2026. Pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi terbatas di Beijing ini berjalan seccara mendalam dan substantif. Hal ini disampaiakn Putin saat membuka pertemuan tersebut.
"Kami baru saja menggelar pembicaraan substantif dalam suasana yang secara tradisional penuh persahabatan dan saling percaya, dengan membahas kerja sama bilateral bersama delegasi terbatas. Sekarang, kami akan melanjutkan ke pembicaraan yang lebih luas," ujar Putin dikutip dari kantor berita Rusia, TASS, Rabu 20 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga mengatakan bahwa seperti biasanya, laporan mengenai kerja lima komisi antar pemerintah akan dipaparkan oleh para wakil perdana menteri selaku ketua bersama komisi tersebut. Selain itu, menteri luar negeri dari kedua negara juga akan menyampaikan perkembangan koordinasi terkait situasi internasional.
Sementara itu, usai pertemuan di Beijing hari ini, delegasi Rusia dan China dilaporkan menandatangani 20 dokumen kerja sama di berbagai bidang. Prosesi penandatanganan itu berlangsung di hadapan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping.
Agenda Kunjungan Putin di China
Selain membahas tentang berbagai isu bilateral dan internasional, Putin dan Xi dijadwalkan akan menghadiri peluncuran program Tahun Pendidikan Lintas Budaya 2026–2027 serta mengunjungi pameran bersama TASS-Xinhua yang menampilkan sejarah hubungan Rusia dan China.
Dalam kunjungan tersebut, Putin juga dijadwalkan bertemu Peng Pai, insinyur asal China berusia 36 tahun. Saat masih kecil pada tahun 2000, Peng sempat melambaikan tangan kepada Putin ketika sang presiden berkunjung ke Taman Beihai di Beijing dan berfoto bersamanya.
Peng mengaku pertemuan itu menjadi momen yang sangat berkesan hingga mendorongnya melanjutkan pendidikan tinggi di Rusia. Pada 2007 hingga 2013, ia menempuh studi di Moscow Automobile and Road Construction State Technical University (MADI) dan bahkan memiliki nama Rusia, yakni Pasha.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada malam harinya, Putin akan menggelar pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri China Li Qiang yang difokuskan pada kerja sama praktis.
Setelah itu, akan digelar resepsi resmi untuk memperingati 25 tahun perjanjian bilateral dan 30 tahun hubungan kerja sama strategis kedua negara. Acara tersebut akan dihadiri berbagai perwakilan dari kalangan bisnis, akademisi, media, hingga tokoh masyarakat dari Rusia dan China.
Halaman Selanjutnya
Kunjungan ini nantinya akan ditutup dengan pertemuan pribadi antara kedua kepala negara dalam format terbatas. Menurut Ushakov, sesi itu justru menjadi agenda paling penting dalam rangkaian kunjungan kerja Putin, karena berbagai isu internasional utama biasanya dibahas secara lebih santai sambil minum teh.

3 weeks ago
12














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)