Range Anxiety Belum Hilang, Pabrikan Dunia Siapkan Jurus Baru di Mobil Listrik

1 week ago 7

Senin, 13 April 2026 - 16:13 WIB

Amerika Serika, VIVA - Industri otomotif global kembali menemukan “jalan tengah” di tengah tantangan adopsi kendaraan listrik murni. Sejumlah pabrikan besar seperti Volkswagen, Renault, hingga BMW mulai melirik teknologi range-extended electric vehicle (REEV) atau mobil listrik dengan penambah jarak tempuh.

Dilansir VIVA Otomotif dari Financial Times, Senin 13 April 2026, teknologi ini digadang-gadang menjadi solusi atas kekhawatiran konsumen terhadap jarak tempuh (range anxiety) yang selama ini menjadi salah satu penghambat adopsi mobil listrik murni.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara konsep, REEV berada di antara plug-in hybrid (PHEV) dan battery electric vehicle (BEV). Mobil ini tetap digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik, namun dilengkapi mesin pembakaran kecil yang berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai saat daya mulai menipis.

Artinya, kendaraan tetap melaju dengan tenaga listrik, tetapi tidak sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya eksternal.

Salah satu pemain yang sudah lebih dulu mengaplikasikan teknologi ini di Eropa adalah Leapmotor. Sementara itu, pabrikan Barat masih dalam tahap mempertimbangkan strategi tersebut sebagai jembatan menuju elektrifikasi penuh.

Langkah ini tak lepas dari realita di pasar. Banyak konsumen masih ragu beralih ke mobil listrik murni, terutama karena keterbatasan infrastruktur pengisian daya dan kekhawatiran jarak tempuh.

Renault, misalnya, tengah mengembangkan platform baru yang mampu menawarkan jarak tempuh hingga 750 km untuk versi listrik murni, dan bahkan bisa mencapai 1.400 km dengan tambahan range extender.

Pendekatan ini dinilai mampu menarik konsumen yang belum siap sepenuhnya meninggalkan mesin konvensional. Bahkan, Renault menargetkan hingga 70 persen konsumennya dapat beralih ke elektrifikasi pada 2030 dengan opsi teknologi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Stellantis juga melihat peluang besar. Grup ini berencana meluncurkan model REEV pada kendaraan besar seperti pikap dan SUV di pasar Amerika Utara, yang selama ini masih sangat bergantung pada mesin berbahan bakar fosil.

Secara teknis, REEV menawarkan beberapa keunggulan. Salah satunya adalah penggunaan baterai yang lebih kecil dibandingkan mobil listrik murni, sehingga biaya produksi bisa ditekan. Selain itu, teknologi ini tetap memanfaatkan mesin pembakaran internal—yang selama ini menjadi kekuatan utama pabrikan Barat.

Halaman Selanjutnya

Dari sisi industri, pendekatan ini juga memberi waktu transisi yang lebih realistis. Rantai pasok mesin konvensional tidak langsung ditinggalkan, sekaligus mengurangi tekanan investasi besar dalam pengembangan baterai.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |