Reaksi Berkelas Hajime Moriyasu usai Jepang Disingkirkan Brasil di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

2 weeks ago 4

Selasa, 30 Juni 2026 - 08:00 WIB

VIVA – Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, berupaya melihat sisi positif dari kekalahan melawan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka hanya takluk di menit-menit akhir akibat gol Gabriel Martinelli.

Duel di NRG Stadium, Houston pada Selasa (30/6/2026) dini hari WIB berjalan dengan sengit. Jepang sempat sukses membuka skor lebih dulu melalui Kaishu Sano.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun demikian, Brasil bangkit dan berhasil menyamakan skor melalui tandukan Casemiro pada menit ke-56. Mereka kemudian menemukan gol penentu kemenangan di menit-menit akhir.

Gabriel Martinelli berdiri tak terkawal di kotak penalti saat menerima umpan dari Bruno Guimaraes. Tembakannya yang mengincar sisi pojok gawang pun tak terjangkau kiper Zion Suzuki.

Brasil sukses menang dengan skor 2-1. Mereka pun melaju ke babak 16 besar, menanti pemenang antara Pantai Gading dan Norwegia.

Gabriel Martinelli

Photo :

  • REUTERS/Annegret Hilse

Namun demikian, di sisi lain, kegemilangan Jepang di Piala Dunia 2026 merupakan bukti dari kemajuan sepak bola mereka. Moriyasu melihat bahwa selisih antara Samurai Biru dengan tim-tim dunia, seperti Brasil, kini telah menipis.

Moriyasu menekankan bahwa Brasil bagaimanapun juga merupakan tim yang jauh lebih kuat dari Jepang. Mereka adalah pemilik lima gelar juara dunia sepanjang masa.

Namun demikian, Samurai Biru kini telah menunjukkan kemajuan. Mereka bisa menjadi tim yang menyulitkan tim-tim elite sekaliber Brasil.

“Jarak antara kami semakin mengecil sekarang. Tentu saja, Brasil adalah tim papan atas dan kami jelas mendekati level itu,” kata Moriyasu, dilansir Reuters.

“Akibatnya, kami sangat terpukul. Tentu saja, ada perbedaan level seperti itu dan kami harus meningkatkan permainan kami. Bersaing di puncak adalah tujuan yang kita semua miliki,” tambahnya.

Moriyasu juga menekankan pentingnya untuk mendapatkan pengalaman bermain. Sepak bola Jepang secara keseluruhan pun bakal merasakan manfaatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini adalah salah satu kekuatan tim Jepang. Dengan semakin banyak pemain yang mendapatkan pengalaman seperti ini, akan berkontribusi pada pertumbuhan sepak bola di Jepang," tambahnya.

Jepang bermain bertahan di laga ini, yang mana tidak mengherankan mengingat perbedaan kekuatan kedua tim. Moriyasu sendiri memiliki pandangan bahwa bertahan adalah jalan pertama untuk menyerang.

Halaman Selanjutnya

"Yang saya katakan kepada para pemain adalah bermainlah seolah-olah kita kembali ke skor 0-0. Bertahan akan membuka jalan untuk menyerang, dan itulah yang saya sampaikan kepada para pemain," pungkasnya. (rda)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |