Senin, 29 Juni 2026 - 09:25 WIB
VIVA – Perdana Menteri Inggris yang akan segera mengundurkan diri, Keir Starmer, kemungkinan mengincar jabatan Sekretaris Jenderal NATO pada 2028, The Observer melaporkan, Minggu, 28 Juni 2026.
Dilansir dari Antara, pada Senin, 29 Juni 2026, untuk bisa menduduki jabatan tersebut Starmer harus tetap menjadi anggota parlemen dari Partai Buruh setelah mundur sebagai PM serta menjaga hubungan baik dengan calon penerusnya, anggota parlemen Andy Burnham.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dukungan pemerintah Inggris juga akan menjadi syarat penting bagi pencalonannya untuk memimpin aliansi pertahanan tersebut, menurut laporan itu.
Pada 22 Juni, Starmer mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Partai Buruh yang berkuasa. Ia mengatakan akan tetap menjabat sebagai PM hingga pemimpin baru partai terpilih.
Starmer juga mengatakan proses pemilihan penggantinya akan dimulai pada 9 Juli dan dijadwalkan rampung sebelum parlemen kembali bersidang pada September.
Saat ini, NATO dipimpin mantan PM Belanda Mark Rutte, yang mulai menjabat pada 2024 untuk masa jabatan empat tahun.
Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer mengumumkan dirinya mundur dari jabatannya pada Senin, 22 Juni 2026.
Keir Starmer mengatakan keputusan untuk mundur ini telah disampaikan oleh dirinya secara langsung kepada Raja Charles III.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Setiap keputusan yang saya ambil untuk memprioritaskan negara yang saya cintai. Itulah alasan saya untuk mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh," kata Keir Starmer di depan Downing Street.
"Saya telah berbicara dengan Yang Mulia Raja pagi ini untuk memberitahukan soal keputusan saya," sambungnya.
Sekjen Ferri Nuzarli Bersama 1,3 Juta Anggota ORI Mundur dari Partai Buruh, Apa Alasannya?
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli mengundurkan diri bersama sekitar 1,3 juta anggota dan pengurus Organisasi Rakyat Indonesia (ORI) karena perbedaan pandangan.
VIVA.co.id
27 Juni 2026

2 weeks ago
13











