Risiko Menggunakan Data Seluler di Luar Negeri, dari Kebocoran Data hingga Tagihan Tak Terduga

2 weeks ago 6

Senin, 29 Juni 2026 - 19:58 WIB

VIVA – Menggunakan data seluler saat bepergian ke luar negeri memang praktis. Pengguna bisa langsung mengakses internet tanpa perlu mencari jaringan Wi-Fi atau membeli kartu SIM lokal. Namun, di balik kemudahan tersebut terdapat sejumlah risiko yang sering kali tidak disadari wisatawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mulai dari tagihan roaming yang membengkak, penggunaan data di latar belakang, hingga ancaman keamanan siber menjadi beberapa masalah yang dapat muncul jika pengguna tidak mempersiapkan perangkatnya sebelum bepergian.

Sejumlah lembaga pemerintah dan perusahaan teknologi pun menyarankan agar wisatawan memahami cara kerja roaming internasional sebelum mengaktifkan data seluler di negara tujuan.

1. Tagihan Roaming Bisa Sangat Mahal

Risiko terbesar menggunakan data seluler di luar negeri adalah biaya roaming internasional yang jauh lebih mahal dibanding penggunaan di dalam negeri.

Saat roaming aktif, ponsel akan terhubung ke jaringan operator di negara tujuan melalui kerja sama dengan operator asal. Layanan ini memang praktis, tetapi tarif data, panggilan, dan SMS dapat meningkat drastis apabila pengguna tidak memiliki paket roaming internasional.

Otoritas Komunikasi dan Media Australia (ACMA) bahkan mengingatkan bahwa penggunaan roaming tanpa perencanaan dapat menyebabkan bill shock, yaitu tagihan yang jauh melebihi perkiraan pengguna.

2. Aplikasi Tetap Menggunakan Data di Latar Belakang

Banyak pengguna mengira data seluler hanya digunakan ketika membuka media sosial atau menonton video.

Padahal, berbagai aplikasi dapat mengakses internet secara otomatis untuk melakukan sinkronisasi foto, pencadangan cloud, pembaruan aplikasi, hingga menerima notifikasi. Aktivitas tersebut tetap menghabiskan kuota roaming meski ponsel sedang tidak digunakan secara aktif.

Karena itu, sebelum bepergian disarankan untuk menonaktifkan pembaruan otomatis, sinkronisasi cloud, dan penggunaan data di latar belakang agar konsumsi kuota lebih terkendali.

3. Risiko Keamanan Saat Berpindah Jaringan

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat berada di luar negeri, perangkat akan terhubung ke jaringan operator asing yang mungkin memiliki kebijakan keamanan berbeda.

Selain itu, wisatawan sering berpindah antara jaringan seluler dan Wi-Fi publik di hotel, bandara, atau kafe. Kombinasi tersebut dapat meningkatkan risiko penyadapan data maupun pencurian informasi apabila pengguna tidak berhati-hati.

Halaman Selanjutnya

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyarankan wisatawan untuk selalu memperbarui perangkat sebelum berangkat, menggunakan aplikasi tepercaya, serta berhati-hati saat memakai jaringan publik untuk mengakses data sensitif seperti layanan perbankan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |