Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang

7 hours ago 1

loading...

LONDON - AGM-188A Rusty Dagger, rudal Amerika berbiaya rendah yang inovatif, memiliki jangkauan lebih dari 900 km dan daya ledak yang luar biasa.

Dikembangkan dalam waktu 18 bulan yang singkat, senjata ini memungkinkan Ukraina untuk melancarkan serangan jauh ke wilayah musuh.

Dalam konteks peperangan modern yang menuntut senjata presisi, produksi massal, dan biaya yang wajar,Amerika Serikattelah mengembangkan rudal jelajah baru yang disebutAGM-188A Rusty Dagger.

Ini adalah produk unggulan dari program Extended Range Attack Munition (ERAM), yang dirancang untuk memberikan kemampuan serangan jarak jauh dengan biaya yang jauh lebih rendah daripada rudal jelajah tradisional.

Dengan tingkat pengembangan yang memecahkan rekor,rudal AGM-188A Rusty Daggertidak hanya memperkuat kekuatan Angkatan Udara AS tetapi juga dengan cepat menjadi solusi untuk mendukung sekutu, terutamaUkraina.

Rudal AGM-188A Rusty Daggerdikembangkan oleh Zone 5 Technologies berdasarkan kontrak dengan Angkatan Udara AS. Program ERAM, yang diluncurkan pada tahun 2024, bertujuan untuk menciptakan amunisi serang serbaguna yang menggabungkan fitur rudal jelajah dan bom berpemandu pintar.

Rudal FP-9 Ukraina, dengan kecepatan Mach 7, jangkauan 855 km, dan hulu ledak 800 kg, merupakan tantangan bagi pertahanan udara.

Rudal AGM-188A Rusty Daggerdiluncurkan dari udara, mampu terbang jarak jauh dengan kecepatan subsonik, dan membawa hulu ledak yang cukup kuat untuk menghancurkan target bernilai tinggi.

Salah satu fitur yang menonjol adalah proses pengembangannya yang sangat cepat: hanya dalam waktu sekitar 18 bulan,rudal AGM-188A Rusty Daggerberalih dari konsep ke pengujian aktual dan menunjukkan tanda-tanda kesiapan untuk penyebaran awal.

Menurutforbes.com,dari segi desain,rudal AGM-188A Rusty Daggertermasuk dalam kelas senjata dengan berat sekitar 200-225 kg, setara dengan bom Mk 82 standar seberat 500 pon.

Rudal AGM-188A Rusty Daggermemiliki panjang badan hanya sekitar 2,64 meter, sehingga mudah diintegrasikan ke berbagai platform pesawat tanpa modifikasi besar.

Perbedaan utama dari bom berpemandu konvensional adalah bahwarudal AGM-188A Rusty Daggerdilengkapi dengan mesin turbojet kecil (seperti PBS TJ80), yang memungkinkannya untuk mempertahankan penerbangan jelajah dengan kecepatan minimal Mach 0,6 (sekitar 690-735 km/jam).

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |