Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Rabu, 26 Agustus 2026, dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda berada di level Rp17.695 per dolar AS atau menguat 28 poin setara 0,16 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang bergerak positif terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Pergerakan tersebut menunjukkan mata uang regional masih berada dalam tekanan yang relatif beragam, dengan sebagian besar mencatat apresiasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Data perdagangan menunjukkan penguatan rupiah menjadi salah satu pergerakan positif di kawasan Asia. Mata uang China hingga Korea Selatan juga tercatat menguat terhadap dolar AS, meskipun dengan besaran yang berbeda-beda.
Rupiah Menguat 0,16 Persen
Rupiah berada di level Rp17.695 per dolar AS setelah sebelumnya berada di posisi Rp17.723 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah menguat 28 poin atau 0,16 persen pada awal perdagangan Rabu.
Pergerakan rupiah tersebut sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS.
Beberapa mata uang kawasan yang mencatat penguatan antara lain:
- Yuan China naik 0,01 persen.
- Peso Filipina menguat 0,24 persen.
- Ringgit Malaysia terapresiasi 0,34 persen.
- Dolar Singapura menguat 0,02 persen.
- Yen Jepang naik 0,17 persen.
- Won Korea Selatan terapresiasi 0,01 persen.
Sementara itu, dolar Hong Kong menjadi salah satu mata uang Asia yang bergerak berlawanan arah. Mata uang tersebut melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Pergerakan rupiah pada perdagangan Rabu ini juga berlangsung setelah pasar keuangan Indonesia kembali beraktivitas usai libur nasional pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Mata Uang Negara Maju Bergerak Beragam
Di tengah penguatan mayoritas mata uang Asia, pergerakan mata uang utama negara-negara maju justru berlangsung beragam.
Euro Eropa tercatat melemah 0,08 persen terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris juga turun tipis sebesar 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berbeda dengan kedua mata uang tersebut, dolar Australia justru mengalami penguatan. Mata uang Negeri Kanguru tersebut terapresiasi 0,19 persen terhadap dolar AS.
Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan pasar valuta asing masih bergerak dinamis. Investor mencermati perkembangan mata uang global di tengah berbagai sentimen yang memengaruhi arah dolar AS dan pasar keuangan dunia.
Halaman Selanjutnya
Pergerakan Rupiah Jadi Perhatian Pasar

1 hour ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

