Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup menguat pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 16.838 per Senin, 9 Februari 2026. Posisi rupiah itu menguat 49 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 16.887 pada perdagangan Jumat, 6 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 10 Februari 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 16.796 per dolar AS. Posisi itu menguat 9 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.805 per dolar AS.
Ilustrasi mata uang Rupiah.
Photo :
- Pixabay/IqbalStock
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memperkirakan penerimaan pajak 2026 bisa melampaui target yang ditetapkan pada APBN yakni Rp 2.357,7 triliun.
"Hal ini diperkirakan olehnya kendati basis pertumbuhan penerimaan pajak tahun lalu yang rendah, sehingga turut menjadi sorotan lembaga pemeringkat asing," ujar Ibrahim dalam riset hariannya, Selasa, 10 Februari 2026.
Pemerintah memasang target penerimaan pajak tahun ini sebesar Rp 2.357,7 triliun atau tumbuh 7,69 persen (yoy) dari target APBN 2025 yakni Rp 2.189,3 triliun. Masalahnya, realisasi penerimaan pajak tahun lalu hanya Rp 1.917,6 triliun, sehingga terjadi shortfall sebesar Rp 271,7 triliun. Artinya, basis pertumbuhan dari realisasi tahun lalu untuk mengejar target tahun ini menjadi lebih tinggi yakni 22,9 persen (yoy).
Dengan kata lain, pemerintah harus mengejar tambahan setoran Rp 440,1 triliun untuk mencapai target 2026 dari basis realisasi 2025. Namun, tampaknya Purbaya tetap optimistis tahun ini bisa mengumpulkan penerimaan pajak hingga melampaui target. Optimisme itu muncul usai realisasi penerimaan pajak Januari 2026 melonjak 30,8 persen (yoy).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kemudian, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru menunjukkan kenaikan 3,5 poin, dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127 pada Januari 2026. Level IKK ini menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir atau sejak Januari 2025 (127,2).
IKK merupakan indikator yang dapat digunakan untuk memprediksi perkembangan konsumsi dan tabungan rumah tangga. IKK menggunakan tahun acuan dengan nilai 100. Artinya, indeks kepercayaan konsumen pada Januari 2026 berada di zona optimistis atau di atas nilai acuan.
Halaman Selanjutnya
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.760 - Rp 16.800," ujarnya.

4 weeks ago
6










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

