Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyambangi kantor Kementerian Keuangan pada Jumat, siang, 23 Januari 2026, guna menggelar rapat bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.
Saat ditanya para awak media, Mahendra mengaku bahwa rapat itu membahas soal strategi dan langkah-langkah sinergis terkait perkembangan ekonomi terkini, yang akan dilakukan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di tahun 2026 ini.
"(Rapatnya lebih soal) menyeluruh saja. Ada soal fiskal, moneter, kemudian kami (OJK) di sektor keuangan," kata Mahendra di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat, 23 Januari 2026.
Ketua DK OJK, Mahendra Siregar.
"Semua (pembahasan) secara umum saja, enggak ada isu spesifik," ujarnya.
Selain itu, Mahendra mengatakan bahwa ada pula pembahasan yang lebih memfokuskan soal strategi Bank Indonesia (BI), dan langkah-langkah sinergis yang bisa dilakukan dalam upaya menstabilkan nilai tukar rupiah.
"Juga soal langkah-langkah yang dilakukan BI, yang saya rasa memang sudah dilakukan dengan baik dan untuk dilanjutkan," kata Mahendra.
"Jadi tidak ada yang spesifik terkait dengan hal baru, tetapi lebih mengoptimalkan apa yang dilakukan saja," ujarnya.
Diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, otoritas yang bertanggung jawab menjaga kestabilan nilai tukar rupiah saat ini sudah bergerak secara terintegrasi. Karenanya, Dia pun meminta agar masyarakat tidak terlalu khawatir akan pergerakan kurs rupiah ke depannya.
Purbaya berjanji, semua stakeholder pemerintah termasuk jajarannya di Kementerian Keuangan, akan terus berupaya untuk menjaga fundamental ekonomi secara keseluruhan. Hal itu dapat dilihat dari kondisi hingga saat ini, dimana fundamental perekonomian nasional masih terbilang cukup memadai untuk mencegah potensi krisis dari pergerakan nilai tukar rupiah.
"Yang paling penting, sekarang bank sentral, Kementerian Keuangan, dan seluruh elemen pemerintah sepakat menjaga stabilitas nilai tukar. Kita percaya bank sentral punya strategi yang tepat,” kata Purbaya.
"Jadi enggak perlu khawatir rupiah akan memicu krisis ekonomi. Fundamental kita masih sangat baik, kebijakan sudah sinkron dengan otoritas moneter, ekonomi akan makin cepat, investor akan masuk, rupiah menguat, pasar modal juga menguat," ujarnya.
OJK Sebut Tahun 2026 Kritikal bagi Industri Asuransi, Ini Penyebabnya
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan & Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono mengatakan, tahun ini merupakan tahun yang cukup kritikal bagi industri asuransi.
VIVA.co.id
23 Januari 2026

22 hours ago
3















