Sarwendah Alami Penurunan Berat Badan di Tengah Berbagai Ujian, Begini Penjelasan Medisnya

7 hours ago 4

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:55 WIB

Jakarta, VIVA – Kondisi kesehatan Sarwendah belakangan menjadi sorotan publik setelah sahabatnya, Felly Young, mengungkap bahwa berat badan ibu dua anak tersebut mengalami penurunan hingga sekitar 3 kilogram. 

Di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi, mulai dari sorotan publik hingga kondisi kesehatan sang ibu, penurunan berat badan Sarwendah memunculkan pertanyaan yang cukup sering dibahas, yakni, benarkah tekanan hidup bisa mempengaruhi tubuh?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Secara medis, jawabannya adalah ya. Meski sebagian orang justru mengalami kenaikan berat badan saat berada dalam tekanan, tetapi hal tersebut juga dapat menyebabkan penurunan berat badan pada sebagian individu. 

Bahkan, sejumlah penelitian dan lembaga kesehatan internasional menjelaskan bahwa rasa tertekan atau stres dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, mulai dari nafsu makan hingga sistem metabolisme.

Bagaimana penjelasannya? Berikut informasi selengkapnya, sebagaimana dirangkum dari Healthline pada Selasa, 16 Juni 2026.

1. Nafsu Makan Menurun saat Tubuh Masuk Mode Siaga

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Pada fase awal stres, adrenalin memicu respons yang dikenal sebagai fight or flight atau "lawan atau lari".

Dalam kondisi tersebut, tubuh lebih fokus menghadapi ancaman dibandingkan mencerna makanan. Akibatnya, rasa lapar bisa berkurang dan nafsu makan menurun. Tak heran jika banyak orang yang sedang banyak pikiran mengaku sering melewatkan waktu makan atau merasa cepat kenyang meski hanya mengonsumsi sedikit makanan.

Jika kondisi ini berlangsung selama beberapa hari atau bahkan minggu, berat badan pun berpotensi turun secara bertahap.

2. Tubuh Membakar Lebih Banyak Energi

Stres tidak hanya memengaruhi pikiran, tetapi juga membuat tubuh bekerja lebih keras. Saat seseorang merasa cemas atau tertekan, detak jantung meningkat, tekanan darah naik, dan tubuh menggunakan lebih banyak energi untuk mempertahankan kondisi siaga.

Proses ini membuat pembakaran kalori meningkat dibandingkan kondisi normal. Meskipun peningkatannya tidak selalu signifikan, dalam jangka waktu tertentu kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap penurunan berat badan, terutama jika disertai berkurangnya asupan makanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Gangguan Pencernaan Membuat Asupan Berkurang

Stres juga memiliki hubungan erat dengan sistem pencernaan. Banyak orang mengalami keluhan seperti mual, sakit perut, perut terasa tidak nyaman, hingga diare ketika sedang menghadapi tekanan emosional.

Halaman Selanjutnya

Gangguan tersebut sering kali membuat seseorang kehilangan selera makan atau enggan mengonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, tubuh menerima lebih sedikit kalori daripada yang dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari. Jika berlangsung terus-menerus, berat badan bisa mengalami penurunan tanpa disadari.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |