Jakarta, VIVA – Pengenalan teknologi baterai dan efisiensi energi menjadi salah satu faktor yang paling diperhatikan calon pembeli motor listrik. Di tengah semakin banyaknya pilihan kendaraan tanpa emisi, klaim jarak tempuh sering menjadi bahan pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli.
Tidak sedikit produsen menawarkan motor listrik dengan daya jelajah lebih dari 100 kilometer dalam sekali pengisian. Bahkan, ada model yang diklaim mampu menempuh hingga 185 kilometer berkat penggunaan dua baterai lithium yang bekerja secara bergantian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, angka tersebut bukan berarti selalu bisa dicapai dalam penggunaan sehari-hari. Sama seperti konsumsi bahan bakar pada motor bensin, jarak tempuh motor listrik dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari gaya berkendara hingga kondisi jalan.
Kecepatan menjadi salah satu penentu terbesar. Semakin tinggi kecepatan yang dipertahankan, semakin besar energi yang dikonsumsi motor listrik sehingga kapasitas baterai lebih cepat berkurang. Sebaliknya, berkendara dengan kecepatan stabil cenderung membuat daya jelajah lebih optimal.
Bobot pengendara dan barang bawaan juga memengaruhi konsumsi energi. Beban yang lebih berat membuat motor membutuhkan tenaga lebih besar saat berakselerasi maupun melewati tanjakan, sehingga baterai akan lebih cepat habis dibandingkan saat digunakan dengan beban ringan.
Kondisi rute perjalanan juga memiliki peran penting. Jalan yang macet dengan pola berhenti dan berjalan berulang kali dapat meningkatkan penggunaan daya, sementara perjalanan di jalan datar dengan lalu lintas lancar biasanya menghasilkan efisiensi yang lebih baik.
Selain itu, tekanan angin ban yang kurang ideal hingga kebiasaan membawa aksesori tambahan dapat meningkatkan hambatan saat berkendara. Meski terlihat sepele, faktor-faktor tersebut turut memengaruhi kemampuan motor listrik menempuh jarak maksimal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah produsen kini mulai menawarkan sistem baterai lepas-pasang (removable battery) yang memungkinkan pengguna membawa baterai ke dalam rumah atau kantor untuk diisi ulang. Teknologi ini juga membuka peluang penggunaan dua baterai sekaligus sehingga kapasitas energi yang tersedia menjadi lebih besar.
Salah satu contohnya adalah United E-Motor C2000 Edisi Merah Putih yang dibekali baterai lithium 72V 26Ah. Motor listrik bergaya retro-modern tersebut mendukung penggunaan dua baterai sehingga diklaim mampu mencapai jarak tempuh hingga 185 kilometer dalam kondisi tertentu.
Halaman Selanjutnya
Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, mengatakan bahwa pengembangan motor listrik tidak hanya berfokus pada desain, tetapi juga kemampuan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

2 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8256068/original/018149700_1781146804-20260609_153019.jpg)