Setelah Kuasai Selat Hormuz, 5 Strategi Iran Mengendalikan Bab Al Mandab

8 hours ago 2

loading...

Setelah kuasai Selat Hormuz, Iran ingin mengendaliakn Selat Bab Al Mandab. Foto/X/@cryptogoos

TEHERAN - Saat negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat tersendat dan pertempuran di Lebanon meningkat, perhatian beralih ke jalur air strategis lain yang dapat menjadi titik konflik berikutnya di Timur Tengah: Selat Bab Al Mandab.

Menurut laporan CNN, media Iran melaporkan pada hari Senin bahwa Teheran dan sekutunya sedang mempertimbangkan "pengaktifan front lain", termasuk Selat Bab Al Mandab di pintu masuk selatan Laut Merah, menyusul perluasan operasi militer Israel di Lebanon.

Laporan tersebut muncul tak lama setelah Iran mengumumkan penangguhan pembicaraan perdamaian tidak langsung dengan Amerika Serikat, dengan alasan serangan Israel di Lebanon dan menuntut penghentian operasi militer di sana sebelum negosiasi dapat dilanjutkan.


Setelah Kuasai Selat Hormuz, 5 Strategi Iran Mengendalikan Bab Al Mandab

1. Mengguncang Pasar Minyak dan Gas Alam

Meskipun para pejabat Iran belum secara resmi mengumumkan rencana untuk mengganggu pengiriman di Bab Al Mandab, sekadar usulan saja sudah mengguncang pasar yang sudah tegang mengenai masa depan Selat Hormuz, yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Harga minyak melonjak tajam pada hari Senin karena investor mempertimbangkan kemungkinan bahwa konflik tersebut dapat menyebar di luar Hormuz dan mengancam arteri perdagangan global vital lainnya.

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh peringatan sebelumnya dari Teheran. Garda Revolusi Iran mengatakan bulan lalu bahwa konflik yang kembali terjadi akan menyebar "jauh melampaui wilayah tersebut", sementara para pejabat senior Iran telah berbicara tentang membuka "front baru" dan menggunakan "alat baru" jika diplomasi gagal.

2. Sekilas tentang Bab Al Mandab

Terletak di antara Yaman dan Tanduk Afrika

Menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden

Gerbang menuju Terusan Suez

Lebarnya sekitar 29 km di titik tersempitnya

Mengangkut hampir 15% perdagangan maritim global

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |