Setelah Shalat Subuh Masih Boleh Lanjut Tidur? Simak Penjelasannya dalam Islam

1 week ago 4

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:40 WIB

VIVA – Akibat rasa ngantuk yang tak tertahankan, banyak orang yang memilih untuk kembali tidur setelah menunaikan shalat subuh.

Namun, sebenarnya bagaimana hukum atau bolehkah tidur lagi di waktu tersebut?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari tayangan YouTube Al-Bahjah TV, setelah menunaikan shalat Subuh, umumnya banyak orang mulai menjalankan aktivitas dan berusaha mencari nafkah.

Menurut Buya Yahya, seseorang yang masih terlelap pada waktu tersebut berpotensi melewatkan kesempatan memperoleh rezeki yang tersedia setelah Subuh.

“Orang pada jualan kamu masih tidur, orang dapat rezeki kamu masih tidur” ungkap Buya Yahya pada tayangan YouTube Al-Bahjah TV.

Namun demikian, tidur setelah shalat Subuh pada dasarnya tidak termasuk perbuatan yang diharamkan dalam Islam.

“Tidak Haram, hanya makruh saja,” ujarnya.

KH Yahya Zainul Maarif atau Buya Yahya

Terlebih jika seseorang memang memiliki kebutuhan untuk beristirahat karena kondisi tertentu, misalnya bekerja hingga menjelang atau setelah waktu Subuh sehingga belum sempat tidur.

Dalam keadaan seperti itu, tidur setelah Subuh menjadi kebutuhan yang wajar untuk menjaga kondisi tubuh. 

“Dan tidak ada masalah kalau orang tidur setelah shalat subuh karena sebuah keadaan, malamnya jaga, pulangnya telat, habis shalat subuh ngantuk, boleh tidur,” jelas Buya Yahya.

“Bukan sesuatu yang diharamkan, selagi bukan haram tidak boleh jadi haram,” sambungnya.

Karena itu, Buya Yahya menegaskan bahwa tidak ada masalah apabila seseorang memilih kembali tidur setelah menunaikan shalat Subuh.

“Kalau tidur gimana? Ya nggak apa-apa, nggak haram,” tutur Buya Yahya.

Meski demikian, Buya Yahya menyarankan agar tidak membiasakan diri tidur kembali setelah shalat Subuh. 

Jika masih sering mengantuk pada waktu tersebut, sebaiknya mulai mengatur pola dan waktu tidur agar kebutuhan istirahat tetap tercukupi.

“Cuma himbauannya adalah jika Anda memang ahli tahajud sebisa mungkin jangan sampai menjadikan setelah subuh kamu ngantuk, diatur dah, mungkin tidurnya lebih awal,” saran Buya Yahya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jadi begini loh kita harus yakin kalau tidurmu jamnya cukup, ngantuknya dilawan nggak ada masalah,” imbuhnya.

Ia juga menjelaskan bahwa rasa kantuk tidak selalu disebabkan oleh kurang tidur. Dalam beberapa kondisi, kantuk bisa muncul karena faktor psikologis meskipun waktu istirahat sudah memadai.

Halaman Selanjutnya

Misalnya ketika melihat suasana pagi yang masih gelap, merasakan udara yang sejuk dan dingin, atau menyaksikan orang-orang di sekitar yang masih terlelap tidur. Hal-hal tersebut dapat memengaruhi pikiran sehingga menimbulkan keinginan untuk kembali beristirahat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |