Sinopsis Bloody Smart: Masuk Sekolah Ini, Nilai Jelek Bisa Bikin Nyawa Melayang!

12 hours ago 1

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:01 WIB

VIVA – Bagaimana jika sebuah lembaga bimbingan belajar menerapkan aturan bahwa hanya siswa dengan nilai tinggi yang berhak bertahan hidup? Premis mengerikan tersebut menjadi dasar cerita serial live-action Bloody Smart (聰明鎮), yang diadaptasi dari semesta horor karya maestro manga Jepang, Junji Ito.

Serial ini mengikuti Zhao Jia-qi (Buffy Chen), seorang siswa yang pindah bersama ibunya, He Li-fen (Gigi Leung), ke sebuah kota misterius bernama Chongming. Kota tersebut dikenal karena klaim memiliki tingkat kelulusan hingga 100 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, di balik reputasi tersebut terdapat sebuah lembaga bimbingan belajar bernama Lembaga Bimbingan Belajar Chongming. Tempat itu menerapkan sistem pendidikan yang jauh dari kata normal.

Di sana berlaku prinsip mengerikan: “Hanya mereka yang memiliki nilai tinggi berhak untuk bertahan hidup.”

Zhao Jia-qi kemudian perlahan menemukan sisi gelap sistem pendidikan di kota tersebut. Tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi tidak hanya membuat para siswa bersaing, tetapi juga menyeret mereka ke dalam situasi yang mengancam keselamatan.

Horor dalam Bloody Smart tidak hanya berasal dari makhluk mengerikan. Serial ini juga mengeksplorasi bagaimana tekanan pendidikan, obsesi terhadap prestasi, dan sistem yang ekstrem dapat mengubah perilaku manusia.

Sekolah dengan Sistem Pendidikan Mengerikan

Kengerian di Lembaga Bimbingan Belajar Chongming tergambar dari berbagai fasilitas yang dirancang secara ekstrem. Salah satunya adalah “Kelas Intensif Perorangan”, sebuah ruangan sempit yang membuat para siswa seolah terjebak dalam tekanan tanpa jalan keluar.

Edison Song, pemeran Fu Ke-chin, menggambarkan pengalaman berada di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tempat itu sungguh menyiksa. Kamu harus membuka empat lapis pintu untuk masuk. Ruangannya sangat sempit sehingga kepalamu harus miring agar tidak membentur langit-langit. Tempat itu membuat seseorang mencapai batasnya—sebuah produk ekstrem yang hanya bisa diciptakan manusia," ujar Edison dalam keterangannya, dikutip Kamis 27 Agustus 2026. 

Atmosfer sekolah juga dibuat semakin mencekam dengan berbagai detail visual. Sun Chin-yueh yang memerankan Pak Guru Kao mengaku salah satu hal yang paling membekas adalah deretan foto siswa yang dipajang di koridor.

Halaman Selanjutnya

"Di koridor luar kelas dipajang deretan foto siswa berleher miring yang berhasil masuk kelas intensif di masa lalu. Atmosfernya sangat aneh dan terasa sangat nyata," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |