Soal Outlook Negatif Fitch Ratings, Purbaya: Mereka Sangka Menkeu Baru Enggak Bisa Ngitung

10 hours ago 7

Jumat, 6 Maret 2026 - 22:00 WIB

Jakarta, VIVA Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan soal pemangkasan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif, oleh lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings.

Dia menduga, langkah Fitch Ratings itu didasarkan pada kondisi pemerintahan baru Indonesia saat ini, beserta posisinya sebagai Menteri Keuangan yang baru menjabat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Mungkin karena mereka mengira masih pemerintahan baru, dan Menteri Keuangan juga baru, jadi mereka sangka jangan-jangan Menteri Keuangan enggak bisa ngitung," kata Purbaya dalam konferensi pers di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Photo :

  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Meski demikian, Purbaya mengaku memaklumi bahwa langkah Fitch Ratings itu antara lain disebabkan karena dirinya belum pernah bepergian ke luar negeri, guna memperkenalkan sosoknya sebagai Menteri Keuangan baru di Indonesia.

"Memang itu salah saya juga, karena saya enggak pernah ke luar negeri," ujarnya.

Purbaya beralasan, dirinya belum mau bepergian ke luar negeri sebelum pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai angka 6 persen. Karenanya, Dia mengaku akan mengubah persepsi tersebut, demi mempublikasikan kondisi perekonomian Indonesia yang menurutnya stabil dan terkendali.

"Tadinya saya pikir, sebelum (ekonomi) Indonesia tumbuh 6 persen, saya enggak akan ke luar negeri. Tapi sekarang mesti berubah karena saya mesti marketing juga keadaan kita seperti apa," kata Purbaya.

Dia menduga, langkah Fitch itu disebabkan adanya pemikiran bahwa terdapat kelemahan struktural dalam APBN Indonesia. Padahal jika dilihat dari rasio utang ke PDB, kondisi ekonomi nasional bisa dipastikan aman terkendali.

"Defisit ke PDB kita aman. Pertumbuhan (ekonomi) kita bahkan tertinggi di G20. Tapi kenapa yang diincar Indonesia," ujar Purbaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karenanya, Purbaya memastikan bahwa dirinya akan melakukan kunjungan kerja ke luar negeri pada April 2026 mendatang, guna menghadiri agenda pertemuan IMF-World Bank di Washington DC Amerika Serikat (AS) sekaligus mempublikasikan kondisi perekonomian nasional tersebut.

"Jadi April (2026) saya akan ke luar negeri, untuk memastikan bahwa Menteri Keuangan kita ngerti lah apa yang dikerjakan," ujarnya.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa

Rampung Pekan Depan, Purbaya sebut THR ASN Sudah Tersalur Rp 3,1 Triliun

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 H bagi aparatur sipil negara (ASN), telah mencapai Rp 3,1 triliun.

img_title

VIVA.co.id

6 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |