Soal War Tiket Haji, Cak Imin: Sudah Lama Antri, Jangan Sampai Pupus Harapan

2 weeks ago 13

Sabtu, 11 April 2026 - 17:50 WIB

Jakarta, VIVA – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengkritik wacana penerapan sistem war tiket atau berburu tiket untuk keberangkatan ibadah haji ke tanah suci.

Cak Imin menilai skema tersebut berpotensi mengganggu sistem antrean yang sudah berjalan lama.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, efektivitas kebijakan itu masih sangat diragukan, apalagi menyangkut nasib calon jemaah yang telah bertahun-tahun menunggu giliran berangkat.

"Saya belum melihat itu efektif ya, karena sistem antrean itu benar-benar sudah berjalan dan sudah lama orang mengantre. Jangan sampai masa tunggu yang panjang itu kemudian putus, pupus harapan," kata Cak Imin kepada wartawan, dikutip Sabtu, 11 April 2026.

Ia menegaskan, pemerintah harus berhati-hati agar kebijakan baru tidak merugikan jemaah yang sudah hampir mendekati jadwal keberangkatan.

Ia menyoroti kondisi mereka yang tinggal menunggu beberapa tahun lagi.

"Ya saya kira masih ya yang sudah terlanjur ngantri tinggal 5 tahun, kasihan. Apalagi yang sudah ngantri tinggal 2 tahun nasibnya gimana?" lanjutnya.

Muhaimin juga menilai wacana tersebut masih terlalu jauh untuk direalisasikan. Ia menyebut ide “war ticket” belum mendesak dan masih sebatas gagasan awal.

"Nah itu itu masih wacana itu masih jauhlah, masih panjang. Bisa saja tapi one day setelah proses- itu sekadar wacana gitu," tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) tengah mengkaji terobosan radikal untuk mengatasi persoalan antrean haji yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Salah satu wacana yang muncul adalah menerapkan mekanisme "War Tiket" atau sistem pendaftaran langsung tanpa antrean panjang, layaknya proses pemberangkatan haji di masa lalu.

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengungkapkan bahwa ide ini berangkat dari pemikiran progresif di internal Kementerian, termasuk dari Wakil Menteri Haji dan Umrah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tujuannya adalah mencari solusi agar calon jemaah tidak perlu menunggu terlalu lama untuk berangkat ke Tanah Suci.

"Muncul pemikiran apakah perlu antrean yang begitu lama? Apakah tidak perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman sebelum ada BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji). Sebelum ada BPKH, insyaallah tidak ada antrean," ujar Menhaj dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1447 H/2025 M yang berlangsung di Asrama Haji Grand El Hajj (Asrama Haji Cipondoh), Tangerang, Banten pada Rabu, 8 April 2026.

Halaman Selanjutnya

Dalam skema war tiket ini, pemerintah nantinya akan mengumumkan biaya haji tahun berjalan dan membuka pendaftaran pada tanggal tertentu.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |