Jumat, 31 Juli 2026 - 16:21 WIB
Madrid, VIVA – Spanyol dan Maroko sepakat untuk mempercepat proses deportasi para imigran yang telah menyeberang secara ilegal ke wilayah Ceuta, kota otonom Spanyol di pesisir Afrika Utara, menurut Kementerian Dalam Negeri Spanyol.
"Kedua negara telah sepakat untuk memperkuat koordinasi dan upaya bersama guna menangani arus imigrasi ini, serta meninjau dan menerapkan langkah-langkah yang akan memungkinkan pemindahan segera ke Maroko bagi semua orang yang telah memasuki Ceuta secara ilegal," kata kementerian tersebut pada Kamis malam 30 Juli waktu setempat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ceuta baru-baru ini mengalami lonjakan tajam jumlah imigran yang berusaha masuk ke wilayah kota otonom tersebut secara ilegal dari Maroko, baik dengan berenang maupun berjalan kaki.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Spanyol Fernando Grande-Marlaska tetap menjalin komunikasi dengan Mendagri Maroko Abdelouafi Laftit terkait hal tersebut. (Ant)
Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui
Tim-tim elite Eropa seperti Spanyol, Inggris hingga Prancis terancam absen pada Piala Dunia 2030. Hal ini beriringan dengan boikot UEFA terhadap program FIFA.
VIVA.co.id
31 Juli 2026

6 days ago
3


















