Jakarta, VIVA – Hasil terbaru dari Bank Indonesia (BI) memberi sinyal bahwa sentimen masyarakat terhadap kondisi ekonomi menunjukkan perbaikan pada awal 2026. Survei Konsumen Bank Indonesia pada Januari 2026, mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Peningkatan ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tetap berada di zona optimistis (di atas 100) dan naik dari 123,5 pada Desember 2025 menjadi 127,0 pada Januari 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kenaikan tersebut menandakan persepsi rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini maupun ke depan semakin positif. Penguatan keyakinan ini ditopang oleh dua komponen utama.
“Meningkatnya keyakinan konsumen pada Januari 2026 ditopang oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masing-masing tercatat sebesar 115,1 dan 138,8, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya sebesar 111,4 dan 135,6,” demikian dikutip dari siaran pers, Selasa, 10 Februari 2026.
Dari sisi kondisi saat ini, kenaikan IKE didorong oleh membaiknya persepsi terhadap penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama. Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI), Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) seluruhnya meningkat dibanding bulan sebelumnya.
Secara spasial, sejumlah kota seperti Semarang, Padang, dan Palembang mencatat penguatan persepsi yang cukup menonjol. Secara demografis, kelompok usia 20–30 tahun menjadi yang paling optimistis, baik dalam IKK maupun komponen pembentuknya.
Namun, tidak semua segmen menunjukkan tren seragam. Kelompok pengeluaran Rp4,1–5 juta tercatat mengalami penurunan indeks pada beberapa indikator, baik pada keyakinan umum, persepsi kondisi saat ini, maupun pembelian barang tahan lama.
Dari sisi ekspektasi enam bulan ke depan, IEK yang mencapai 138,8 menunjukkan optimisme yang kuat. Kenaikan terutama bersumber dari ekspektasi penghasilan (IEP) dan ekspektasi kegiatan usaha (IEKU), sementara ekspektasi ketersediaan lapangan kerja relatif stabil di level tinggi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, beberapa kelompok usia, khususnya 51–60 tahun, menunjukkan penurunan pada sebagian indikator ekspektasi. Menariknya, di tengah meningkatnya keyakinan, pola pengelolaan keuangan rumah tangga menunjukkan pergeseran.
“Pada Januari 2026, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) tercatat sebesar 72,3 persen, lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yaitu sebesar 74,3 persen,” tulis laporan tersebut.
Halaman Selanjutnya
Di sisi lain, porsi pendapatan yang ditabung naik menjadi 16,5 persen dari 14,9 persen pada bulan sebelumnya, sementara rasio cicilan terhadap pendapatan relatif stabil. Kombinasi optimisme yang meningkat dan kecenderungan menabung lebih tinggi dapat dibaca sebagai sinyal positif bagi stabilitas keuangan rumah tangga, meski juga menunjukkan sikap lebih berhati-hati dalam belanja.

4 weeks ago
11










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

