Jakarta, VIVA – Ibadah kurban menjadi salah satu amalan penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap Idul Adha. Meski rutin dilakukan setiap tahun oleh umat Muslim di seluruh dunia, tidak sedikit yang belum memahami secara mendalam keutamaan dan makna spiritual di balik ibadah ini.
Berdasarkan ajaran Islam, kurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan, pengorbanan, serta kepedulian sosial kepada sesama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi Kurban di Hari Raya Idul Adha
Secara fakta dalam sumber-sumber keislaman, ibadah kurban memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an dan hadis. Salah satu landasan utamanya adalah kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menjadi simbol ketaatan total kepada perintah Allah SWT. Kisah ini kemudian menjadi dasar disyariatkannya kurban bagi umat Islam sebagai bentuk pengabdian dan rasa syukur atas nikmat Allah.
Keutamaan ibadah kurban juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah SAW. Dalam sebuah riwayat, beliau bersabda: “Tidak ada amalan yang paling dicintai Allah pada hari Idul Adha selain menumpahkan darah (hewan kurban). Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, dan bulunya, dan sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah, maka ikhlaskanlah hati kalian karenanya.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Hadis tersebut diketahui menunjukkan betapa besar nilai ibadah kurban di sisi Allah, terutama jika dilakukan dengan niat yang ikhlas. Selain itu, dalam hadis lain Rasulullah SAW juga bersabda:
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Barang siapa yang memiliki kelapangan (harta) tetapi tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Hadis ini menjadi pengingat bahwa kurban merupakan ibadah yang sangat dianjurkan bagi mereka yang mampu secara finansial.
Selain nilai spiritual, ibadah kurban juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Daging kurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan masyarakat sekitar. Hal ini mencerminkan ajaran Islam tentang pentingnya berbagi rezeki dan mengurangi kesenjangan sosial. Dengan demikian, kurban tidak hanya menjadi bentuk hubungan antara manusia dengan Allah, tetapi juga mempererat hubungan antar sesama manusia.
Halaman Selanjutnya
Dari sisi pelaksanaan, kurban memiliki aturan yang jelas, mulai dari jenis hewan yang sah, kondisi kesehatan hewan, hingga tata cara penyembelihan yang sesuai syariat. Semua ketentuan ini menunjukkan bahwa ibadah kurban tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan penuh dengan nilai ibadah dan tanggung jawab.

2 weeks ago
9














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)