Jakarta, VIVA – Interpol Polri mulai melakukan koordinasi dengan otoritas keamanan Myanmar menyusul viralnya video yang memperlihatkan dua perempuan warga negara Indonesia (WNI) diduga menjadi korban penyekapan di negara tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial, kedua perempuan itu terlihat diborgol dan mengaku mengalami penyiksaan serta dimintai uang tebusan hingga Rp220 juta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sekretaris National Central Bureau (NCB) Interpol Divisi Hubungan Internasional Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan komunikasi dengan aparat keamanan Myanmar telah dilakukan untuk menindaklanjuti informasi yang beredar.
“Yang jelas kami telah melakukan komunikasi dengan otoritas keamanan di Myanmar,” kata Untung kepada wartawan, dikutip Senin, 20Juli 2026.
Dari informasi awal yang diterima, kedua WNI tersebut diduga bekerja di sebuah perusahaan scamming yang berada di wilayah pemberontak di Myanmar.
“Karena keduanya bekerja pada perusahaan scamming yang lokasinya di wilayah pemberontak,” ujarnya.
Namun demikian, Untung belum mengungkap perkembangan lebih jauh mengenai proses penanganan terhadap kedua WNI tersebut. Ia juga belum menjelaskan kapan keduanya berangkat ke Myanmar maupun jalur yang diduga digunakan hingga tiba di negara itu.
“Nanti kami infokan,” ucap Untung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasus ini mencuat setelah sebuah video beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, dua perempuan mengaku menjadi korban penyekapan, penyiksaan, dan pemerasan dengan permintaan uang tebusan sebesar Rp220 juta.
Salah satu korban diketahui bernama Ayu, warga Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Sementara perempuan lainnya bernama Susi yang berasal dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.
Konsisten Dampingi UMKM Perempuan Terus Bertumbuh, Amartha 10X Run 2026 Kembali Digelar
Demi mendekatkan diri & menyehatkan masyarakat, Amartha membuka pendaftaran race untuk "Amartha 10X Run 2026" bertema 'We Go Beyond', yang akan digelar 6 September 2026.
VIVA.co.id
19 Juli 2026

21 hours ago
3











