Kamis, 28 Mei 2026 - 12:00 WIB
VIVA –Militer Amerika Serikat kembali menyerang operasi drone Iran yang disebut mengancam pasukan AS dan kapal dagang di Selat Hormuz. Seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyebut serangan tersebut diluncurkan beberapa jam setelah presiden Donald Trump membantah kabar soal adanya kesepakatan dengan Iran untuk memulihkan pelayaran di kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya kepada Reuters Rabu waktu setempat, pejabat AS itu menyebut bahwa militer AS menembak jatuh empat drone milik Iran. Tak hanya itu saja, AS juga menyerang pusaat kendali drone di kota Pelabuhan Bandar Abbas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Tindakan ini dilakukan secara terukur, murni untuk pertahanan, dan bertujuan menjaga gencatan senjata tetap berjalan,” kata pejabat tersebut dikutip dari laman CNA News, Kamis 28 Mei 2026.
Sementara itu, kantor berita Tasnim di Iran mengutip sumber militer menyebut Angkatan Laut Garda Revolusi Iran sempat melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal tanker minyak AS yang mencoba melintas di Selat Hormuz hingga kapal itu berbalik arah. Sumber tersebut juga mengatakan militer AS kemudian menyerang area terbuka di sekitar Bandar Abbas, namun tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang dilaporkan.
Media Iran juga melaporkan ada empat kapal yang mencoba melintas di selat itu pada Kamis dini hari, tetapi dipaksa mundur setelah ditembaki tembakan peringatan.
Militer AS juga diketahui melakukan serangan di wilayah selatan Iran pada Senin lalu. Washington menyebut aksi itu sebagai langkah defensif, sementara Iran menilainya sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata.
Trump: Tak Ada Negara yang Bisa Kuasai Selat Hormuz
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam rapat kabinet yang terbuka untuk media pada Rabu waktu setempat, Trump membantah laporan televisi pemerintah Iran yang menyebut telah ada rancangan awal kesepakatan untuk mengembalikan lalu lintas kapal dagang di Selat Hormuz ke kondisi sebelum perang dalam waktu satu bulan. Dalam laporan itu, Iran dan Oman disebut akan bersama-sama mengatur lalu lintas kapal di wilayah tersebut.
Trump menegaskan tidak ada satu negara pun yang boleh menguasai Selat Hormuz. Ia bahkan melontarkan ancaman terhadap Oman, negara yang selama ini memiliki hubungan militer dan ekonomi cukup dekat dengan AS.
Halaman Selanjutnya
“Tidak ada yang akan menguasai selat itu. Itu adalah perairan internasional dan Oman harus bersikap seperti negara lain, atau kami akan menghancurkan mereka. Mereka paham itu dan semuanya akan baik-baik saja,” kata Trump.

2 weeks ago
7














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)