Teknologi Buka Akses Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas

5 hours ago 4

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi tidak hanya mengubah cara manusia bekerja dan berkomunikasi, tetapi juga membuka akses pendidikan yang lebih luas. Bagi mahasiswa penyandang disabilitas, perangkat digital dan teknologi pendukung dapat membantu mereka menjalani proses belajar secara lebih mandiri.

Hal tersebut akan menjadi bagian dari perjalanan Michael Cipta Oey, mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2026 di Unika Atma Jaya. Sebagai penyandang disabilitas netra, Michael akan memanfaatkan perangkat digital dan teknologi pembaca layar untuk mendukung aktivitas belajarnya di perguruan tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Michael mengetahui Unika Atma Jaya melalui teman dan kenalannya sesama penyandang disabilitas. Ia melihat kampus tersebut sebagai lingkungan pendidikan yang terbuka bagi mahasiswa dengan kondisi dan latar belakang yang beragam.

“Pendidikan itu adalah hak semua orang. Semua orang bisa belajar meskipun memiliki kondisi yang berbeda. Belajar adalah sesuatu yang universal dan bisa dilakukan siapa saja, termasuk teman-teman dengan disabilitas,” ujarnya, dikutip Kamis 27 Agustus 2026.

Menurut Michael, kondisi disabilitas bukan berarti kemampuan seseorang untuk belajar menjadi terbatas. Karena itu, ia memilih melanjutkan pendidikan sambil mengembangkan minatnya di bidang Bimbingan dan Konseling.

Teknologi menjadi salah satu alat yang dapat membantu mewujudkan akses pendidikan tersebut. Bagi mahasiswa tunanetra, teknologi pembaca layar memungkinkan informasi digital dapat diakses melalui suara, sehingga materi dan aktivitas pembelajaran berbasis perangkat elektronik bisa digunakan sesuai kebutuhan.

Namun, akses pendidikan tidak hanya bergantung pada teknologi. Lingkungan kampus, fasilitas yang mudah diakses, serta dukungan dari dosen dan mahasiswa lain juga menjadi bagian penting agar mahasiswa penyandang disabilitas dapat beraktivitas dan belajar secara lebih mandiri.

Pengalaman tersebut juga dirasakan Hana Isabel Nirvana, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023 yang mendampingi Michael selama kegiatan INI-SLJ 2026. Menurutnya, proses interaksi Michael dengan mahasiswa lain berlangsung dengan baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Yang paling berkesan, Michael seorang yang percaya diri. Ia bisa mengajak bicara teman-temannya lebih dulu dan teman-temannya juga welcome, sehingga Michael bisa menyatu dengan kelompoknya,” kata Hana.

Dukungan lingkungan akademik dinilai dapat membantu mahasiswa disabilitas beradaptasi dan menjalani perkuliahan dengan lebih percaya diri. Hana juga menyebut Program Studi Bimbingan dan Konseling Unika Atma Jaya telah memiliki pengalaman mendampingi mahasiswa tunanetra.

Halaman Selanjutnya

Bagi Michael, perjalanan kuliah yang baru dimulai menjadi bagian dari proses untuk mengembangkan kemampuan dan kemandirian. Teknologi pembaca layar menjadi salah satu pendukung, sementara lingkungan yang inklusif memberikan ruang baginya untuk berinteraksi dan berkembang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |