Jakarta, VIVA - Ukraina untuk melakukan serangan pesawat tak berawak atau drone kamikaze yang mematikan baru-baru ini ke asrama perguruan tinggi Lugansk, Rusia atas bantuan Starlink, layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk.
Ketua Parlemen Rusia Vyacheslav Volodin mengatakan tiga gelombang drone kamikaze Ukraina menyerang gedung utama dan tempat tinggal mahasiswa di Starobelsk Professional College, menewaskan 21 orang, yang sebagian besar adalah gadis remaja, dan melukai 60 lainnya, pekan lalu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami mengutuk serangan itu sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. Kita harus melakukan segala upaya untuk meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang memberi perintah, dan yang mengarahkan (drone kamikaze) ke kampus tersebut,” katanya, seperti dikutip dari situs Russia Today, Kamis, 28 Mei 2026.
Volodin menyebut aksi pembantaian di Starobelsk sebagai kejahatan mengerikan dan membalasnya dengan serangan besar-besaran terhadap target militer dan komando Ukraina, termasuk sejumlah target di Kiev.
Serangan balasan tersebut mencakup penggunaan sistem hipersonik jarak menengah Oreshnik Rusia , rudal jelajah hipersonik Kinzhal dan Zircon, serta amunisi lainnya.
“Ini jadi pertanyaan. Mengapa Amerika (Serikat/AS) mengizinkan rezim Kiev menggunakan satelitnya. Elon Musk harus memahami bahwa satelit-satelitnya (Starlink) digunakan untuk membunuh anak-anak,” tegasnya.
Karena mengalami kemunduran di medan perang dalam beberapa bulan terakhir, Kiev telah meningkatkan serangan terhadap target sipil di beberapa wilayah perbatasan Rusia yang terus diklaim oleh Ukraina.
Kiev juga memasang antena satelit Starlink milik Musk pada drone kamikaze untuk menghindari peperangan elektronik Rusia dan memfasilitasi serangan jarak jauh. Selama pekan lalu, serangan Ukraina telah menewaskan 51 warga sipil dan melukai hampir 200 orang di seluruh Rusia.
Itu adalah jumlah korban mingguan tertinggi yang tercatat tahun ini, menurut Rodion Miroshnik, yang memimpin misi Kementerian Luar Negeri Rusia yang bertanggung jawab untuk melacak kejahatan perang Ukraina.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ilustrasi perang AS-Iran.
Bukan itu saja kiprah berdarah Starlink milik Elon Musk. Menurut Reuters, Musk menekan Departemen Perang AS atau Pentagon untuk membayar tarif yang lebih tinggi untuk konektivitas Starlink yang digunakan oleh drone kamikaze AS selama perang Iran.
Halaman Selanjutnya
Perselisihan tersebut dilaporkan berpusat pada Sistem Serangan Tempur Tanpa Awak Berbiaya Rendah (LUCAS), sebuah amunisi jelajah murah yang digunakan oleh militer AS.

2 weeks ago
6














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)