Jakarta, VIVA – Terik matahari tidak hanya berdampak pada kesehatan kulit, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mata. Paparan sinar ultraviolet (UV) secara terus-menerus diketahui dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan mata, salah satunya adalah pterygium.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh orang yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti pekerja lapangan, petani, nelayan, atlet luar ruangan, hingga pengendara yang setiap hari terpapar sinar matahari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski bukan termasuk penyakit ganas, pterygium tidak boleh dianggap remeh. Jika dibiarkan terus berkembang, jaringan yang tumbuh di permukaan mata ini dapat mengganggu kenyamanan hingga memengaruhi kualitas penglihatan.
Sebab itu, penting bagi Anda untuk memahami apa itu pterygium, penyebab, gejala, hingga langkah pencegahannya agar kesehatan mata tetap terjaga.
Apa Itu Pterygium?
Melansir dari Cleveland Clinic, pterygium adalah pertumbuhan jaringan berbentuk segitiga atau menyerupai sayap pada konjungtiva, yaitu selaput bening yang menutupi bagian putih mata. Seiring waktu, jaringan tersebut dapat meluas ke kornea, bagian bening di depan mata yang berfungsi membantu memfokuskan cahaya ke retina.
Karena sering dikaitkan dengan paparan sinar matahari dalam waktu lama, pterygium juga dikenal sebagai surfer's eye. Meski demikian, kondisi ini tidak hanya dialami peselancar. Siapa pun yang sering berada di luar ruangan tanpa perlindungan mata yang memadai berisiko mengalaminya.
Berikut beberapa fakta penting mengenai pterygium yang perlu Anda ketahui.
1. Paparan sinar UV menjadi faktor risiko utama
Hingga saat ini, penyebab pasti pterygium belum diketahui. Namun, para ahli meyakini bahwa paparan sinar ultraviolet, terutama dalam jangka panjang, merupakan faktor risiko terbesar.
Selain sinar matahari, paparan debu, angin, pasir, asap, serta mata yang sering kering juga diduga dapat memicu pertumbuhan jaringan tersebut.
Risiko pterygium juga lebih tinggi pada orang yang tinggal di daerah beriklim panas dan kering atau memiliki pekerjaan yang mengharuskan mereka sering berada di luar ruangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
2. Gejalanya sering tidak disadari pada tahap awal
Pada awal kemunculannya, pterygium sering kali tidak menimbulkan keluhan sehingga banyak orang tidak menyadari telah mengalaminya. Namun, ketika ukurannya semakin besar, berbagai gejala mulai muncul.
Halaman Selanjutnya
Beberapa gejala pterygium yang perlu diwaspadai meliputi:

2 weeks ago
3











