Jakarta, VIVA – Kasus kejahatan di dunia digital kembali menjadi sorotan. Kali ini, platform game populer Roblox kembali dikaitkan dengan insiden serius yang melibatkan keamanan pengguna muda. Seorang gadis dilaporkan menjadi korban dugaan pelecehan seksual setelah berinteraksi dengan pelaku melalui fitur komunikasi dalam game tersebut.
ilustrasi pelecehan
Photo :
- VIVA.co.id/Andrew Tito
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelaku merupakan seorang pria muda di Inggris yang dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti melakukan grooming terhadap seorang remaja perempuan yang dikenalnya melalui platform game populer Roblox. Kasus ini kembali menyoroti risiko serius yang mengintai anak-anak di dunia digital.
Pelaku, yang masih berusia 19 tahun, diketahui mulai berkomunikasi dengan korban saat bermain game secara online. Dalam waktu singkat, hubungan tersebut berkembang menjadi komunikasi pribadi yang semakin intens dan berbahaya. Ia kemudian membujuk korban, yang berusia 14 tahun, untuk mengirimkan gambar tidak pantas.
Menurut pihak kepolisian, pelaku menggunakan berbagai cara untuk memanipulasi korban, mulai dari rayuan, perhatian, hingga pemberian hadiah. Korban bahkan sempat merasa dirinya berada dalam hubungan yang penuh kasih, padahal sebenarnya ia berada dalam situasi yang sarat tekanan dan eksploitasi.
Seiring waktu, komunikasi mereka berpindah ke aplikasi pesan pribadi seperti WhatsApp dan Snapchat. Di sana, pelaku semakin intens melakukan pendekatan dan memperkuat kontrol psikologis terhadap korban.
Kasus ini semakin serius ketika pelaku melanggar aturan hukum yang telah ditetapkan. Meski telah dilarang untuk menghubungi korban, ia tetap berusaha mendekati dengan berbagai cara, termasuk mendatangi rumah korban yang berjarak ratusan kilometer.
Tak hanya itu, pelaku juga mencoba mengintimidasi korban agar tidak melanjutkan proses hukum. Tindakan tersebut menambah tekanan psikologis bagi korban dan keluarganya, yang kemudian hidup dalam ketakutan dan kecemasan berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan yang dibacakan di pengadilan, korban mengaku merasa terjebak, takut, dan tidak aman bahkan di dalam rumahnya sendiri. Sementara itu, keluarganya juga mengalami tekanan emosional berat akibat kejadian tersebut.
Pihak jaksa menegaskan bahwa tindakan pelaku tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis jangka panjang bagi korban.
Halaman Selanjutnya
Menanggapi kasus ini, pihak Roblox Corporation menyatakan keprihatinan mendalam. Mereka menegaskan telah menerapkan berbagai sistem keamanan, termasuk pembatasan komunikasi berdasarkan usia serta peningkatan pengawasan untuk mencegah eksploitasi anak di platform mereka.

2 weeks ago
8



























