Terungkap Niat Tersembunyi Om Zein Tulis Lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat: Kalau Jadi Perempuan, Saya...

1 week ago 6

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:32 WIB

Purwakarta, VIVA – Polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang diciptakan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, masih terus menjadi perhatian publik. Setelah menuai kritik karena dinilai mengandung lirik yang merendahkan perempuan, kini Om Zein akhirnya mengungkap makna yang sebenarnya ingin ia sampaikan melalui lagu tersebut.

Menurut Om Zein, karya yang belakangan viral itu bukan dimaksudkan untuk menyudutkan kaum perempuan. Ia menegaskan bahwa lagu tersebut lahir dari refleksi atas perjalanan hidupnya sendiri, terutama masa lalu yang ia akui penuh dengan kenakalan sebelum menjalani perubahan dalam kehidupan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Om Zein sendiri belakangan menjadi sorotan nasional. Namun, perhatian publik kali ini bukan datang dari kebijakan atau program pemerintahannya sebagai Bupati Purwakarta, melainkan dari lagu berbahasa Sunda berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat yang ia ciptakan.

Kontroversi bermula ketika sejumlah pihak menilai isi lagu tersebut mengandung pesan yang dianggap merendahkan martabat perempuan. Perdebatan pun meluas di media sosial hingga memicu kritik dari berbagai kalangan.

Salah satu yang turut angkat suara adalah Anggota DPR RI, Atalia Praratya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, mantan istri Ridwan Kamil itu mengaku prihatin dengan kemunculan lagu tersebut.

Atalia menilai budaya Sunda selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kesopanan dan penghormatan terhadap perempuan. Karena itu, ia mempertanyakan munculnya narasi yang dianggap menguatkan budaya patriarki justru dari seorang kepala daerah.

Di tengah derasnya kritik, Om Zein akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Ia juga memberikan penjelasan mengenai latar belakang penciptaan lagu yang kini menjadi perbincangan luas.

Dalam klarifikasinya, Om Zein mengatakan setiap orang memiliki kisah hidup yang berbeda-beda. Menurutnya, pengalaman spiritual, perjalanan cinta, hingga kehidupan rumah tangga seseorang tidak bisa disamakan dengan orang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Perjalanan spritual orang itu berbeda-beda. Kisah hidup seseorang itu berbeda-beda. Cerita cinta seseorang berbeda-beda. Cerita asmara seseorang berbeda-beda. Cerita rumah tangga seseorang berbeda-beda," ucap Om Zein, mengutip video di Instagramnya, Kamis 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat merupakan bentuk ekspresi yang diambil dari pengalaman pribadinya. 

Halaman Selanjutnya

Lirik-lirik dalam lagu tersebut, kata Om Zein, berangkat dari proses perenungan atas masa lalunya, bukan ditujukan untuk menghakimi atau merendahkan perempuan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |