Istanbul, VIVA – Aston Villa tampil sebagai kampiun setelah membantai SC Freiburg dengan skor telak 3-0 pada laga final di Tupras Stadium, Istanbul, Turki, Kamis dini hari WIB. Tielemans menjadi salah satu aktor utama kemenangan Villa setelah mencetak gol pembuka lewat tendangan spektakuler pada menit ke-40. Dua gol lainnya dicetak oleh Emiliano Buendia dan Morgan Rogers.
Meski sukses mengakhiri musim dengan trofi Eropa, Tielemans mengakui perjalanan Aston Villa musim ini tidak berjalan mudah. Ia bahkan menyebut timnya sempat tampil sangat buruk di awal musim.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Perasaan saya luar biasa. Kami telah berjuang keras, memberikan performa terbaik, kami melewati musim yang hebat, dan menutupnya dengan keberhasilan ini sungguh menakjubkan," kata Tielemans dikutip TNT Sports.
"Kami hanya punya waktu satu hari untuk berlatih, kami melakukannya pada hari Senin, dan itu berjalan dengan sangat gemilang malam ini," lanjutnya.
Aston Villa Juara Liga Europa
Photo :
- REUTERS/Kemal Aslan
Pemain asal Belgia itu kemudian mengungkap kondisi Aston Villa yang sempat mengalami masa sulit sebelum akhirnya bangkit dan menutup musim dengan gelar Liga Europa.
"Musim ini penuh dengan pasang surut. Kami memulainya dengan sangat buruk, standar permainan kami sangat amat rendah, tetapi cara kami membalikkan keadaan sungguh luar biasa," ujar Tielemans.
"Apresiasi tinggi untuk para pemain, apresiasi untuk staf pelatih, kami hanya terus bekerja keras, terus percaya, dan pada akhirnya kami meraih kemenangan, tiket Liga Champions musim depan, serta sebuah trofi," tambahnya.
Kemenangan ini menjadi trofi besar pertama Aston Villa sejak menjuarai Piala Liga Inggris pada 1996. Selain itu, gelar Liga Europa juga mengakhiri penantian panjang klub asal Birmingham tersebut di kompetisi Eropa sejak terakhir kali menjadi juara Piala Champions pada 1982.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jalannya Pertandingan Final
Keberhasilan Aston Villa mengangkat trofi Liga Europa 2025/26 tidak diraih dengan mudah, melainkan lewat performa taktis yang luar biasa di partai puncak. Berhadapan dengan wakil Jerman, SC Freiburg, di Tupras Stadium, Istanbul, anak asuh Unai Emery tampil begitu dominan dan klinis sejak peluit pertama dibunyikan.
Halaman Selanjutnya
Sejak awal laga, Freiburg sebenarnya mencoba bermain disiplin demi meredam agresivitas lini serang Villa. Namun, kematangan taktik Unai Emery—yang kini resmi mengoleksi lima trofi Liga Europa sepanjang kariernya—membuat raksasa Birmingham tersebut tampil satu level di atas lawannya.

3 weeks ago
7














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)