VIVA – Timnas Inggris mendapat kabar yang bercampur jelang menghadapi Republik Demokratik Kongo pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Di satu sisi, The Three Lions masih dibayangi masalah cedera di sektor pertahanan, namun di sisi lain Thomas Tuchel mulai melihat secercah harapan.
Pelatih asal Jerman itu mengungkapkan bahwa Jarell Quansah dan Reece James terus menunjukkan perkembangan positif dalam proses pemulihan cedera. Meski demikian, keduanya dipastikan belum siap tampil saat Inggris menghadapi DR Kongo dan baru berpeluang kembali jika timnya berhasil melaju ke babak berikutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Quansah mengalami cedera pergelangan kaki ketika dipercaya bermain sebagai bek kanan dalam kemenangan 2-0 atas Panama pada laga terakhir fase grup. Sementara itu, Reece James lebih dulu menepi setelah mengalami cedera hamstring saat menghadapi Ghana.
Kedua pemain bahkan tidak terlihat mengikuti sesi latihan tim di Kansas City pada Selasa waktu setempat. Kondisi tersebut membuat Tuchel harus kembali memutar otak untuk menyusun komposisi lini belakang terbaiknya.
Meski belum bisa dimainkan, Tuchel memastikan perkembangan keduanya berjalan sesuai rencana. Sang pelatih optimistis Quansah dan James tidak akan membutuhkan waktu lama untuk kembali merumput.
"Mereka semakin dekat untuk kembali bermain. Jarell sedikit lebih unggul dari Reecey. Persaingan untuk masuk dalam skuad pertandingan kali ini sangat ketat. Kita perlu memastikan kita memiliki lebih banyak pertandingan, itu fokus utama, dan kemudian mereka akan segera tersedia," ujar Tuchel dikutip dari Reuters.
Absennya dua bek kanan membuat Djed Spence menjadi kandidat terkuat untuk mengisi posisi tersebut. Namun Tuchel juga mempertimbangkan opsi lain dengan memainkan Ezri Konsa di sisi kanan pertahanan, sehingga John Stones berpotensi kembali berduet dengan Marc Guehi di jantung pertahanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah masalah cedera, Inggris justru memperoleh tambahan tenaga dari sektor penyerangan. Bukayo Saka dipastikan telah pulih dan siap kembali menjadi pilihan setelah menjalani starter pertamanya di turnamen saat melawan Panama.
Tuchel juga mengungkapkan bahwa timnya mendapat dukungan dari seorang psikolog selama menjalani Piala Dunia. Namun, menurutnya, pendampingan tersebut tidak secara khusus difokuskan untuk menghadapi kemungkinan adu penalti.
Halaman Selanjutnya
Pelatih berusia 52 tahun itu menjelaskan Inggris tetap memiliki daftar eksekutor penalti yang telah disiapkan sejak awal. Meski demikian, urutan penendang akan disesuaikan dengan pemain yang masih berada di lapangan apabila pertandingan berlanjut hingga babak tambahan waktu.

2 weeks ago
3











