Titik Panas Karhutla Kalbar Tembus 2.610, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca

49 minutes ago 1

Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) kembali mendapat perhatian serius setelah jumlah titik panas melonjak hingga lebih dari 2.610 titik.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk membantu menekan sebaran api.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BNPB memanfaatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Kalbar dengan melakukan penyemaian bahan tertentu agar hujan turun lebih efektif di kawasan yang membutuhkan penanganan karhutla.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan keberadaan awan potensial menjadi peluang untuk mempercepat proses pemadaman titik api maupun titik panas.

"BNPB siap melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menyemaikan bahan semai agar memperbesar potensi turunnya hujan di wilayah Kalimantan Barat," kata dia di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.

Upaya tersebut telah dilakukan sejak Selasa, 25 Agustus 2026. Satuan tugas udara dengan dukungan BNPB menjalankan dua sorti penerbangan untuk menyemai bahan berupa garam atau NaCl sebanyak 2.000 kilogram.

Penyemaian dilakukan di atas wilayah Kabupaten Bengkayang, Landak, dan Sanggau.

OMC kemudian dilanjutkan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pusat Pengendalian Operasi BNPB mengerahkan satu sorti penerbangan menggunakan pesawat Cassa TNI AU dari Lanud Supadio, Pontianak.

Penerbangan kali ini menyasar wilayah Kabupaten Bengkayang dan Sambas. Operasi tersebut merupakan hasil kolaborasi BNPB bersama Kementerian Pertahanan, BMKG, dan TNI AU.

Langkah percepatan pemadaman dilakukan setelah Posko Penanganan Bencana Asap Kalbar mencatat lonjakan signifikan titik panas pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Jumlahnya mencapai lebih dari 2.610 titik. Dari angka tersebut, sebanyak 86 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 2.447 titik tingkat kepercayaan menengah, dan 77 titik tingkat kepercayaan rendah.

Kondisi karhutla juga mulai berdampak terhadap kualitas udara. Sejumlah wilayah bahkan masuk kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

BNPB mencatat wilayah Jongkat dan Sungai Tebelian berada dalam kategori tidak sehat. Sementara Sungai Raya masuk kategori sangat tidak sehat.

Karhutla yang terjadi sepanjang 2026 juga telah membakar lahan dalam jumlah besar. Secara kumulatif, luas lahan yang terbakar sejak awal tahun hingga Juni 2026 mencapai 38.310,89 hektare.

Halaman Selanjutnya

Untuk mempercepat penanganan, BNPB menyiagakan helikopter pengebom air dan melakukan patroli udara. Di darat, lebih dari 2.700 personel satgas gabungan juga dikerahkan untuk menghadapi karhutla.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |