Transaksi di SPPA Melejit 461 Persen di 2025, Tembus Rp1.382 Triliun

1 week ago 9

Selasa, 14 April 2026 - 00:10 WIB

Jakarta, VIVA – Kinerja Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2025. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi pada platform tersebut mencapai Rp1.382,1 triliun atau naik 461,6 persen secara year on year (yoy).

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Kristian Sihar Manullang, mengatakan peningkatan ini didorong aktivitas perdagangan serta penghimpunan dana melalui penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) terus tumbuh. Ia menyampaikan, transaksi Repurchase Agreement (Repo) menyumbang lebih dari setangah total SPPA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Peningkatan jumlah transaksi ini disebabkan oleh telah terimplementasinya transaksi Repurchase Agreement (Repo) pada 10 Maret 2025 di SPPA dengan total nilai transaksi mencapai Rp751,6 triliun,” ujar Kristian dikutip dari Antara pada Senin, 13 April 2026.

Fitur repo resmi diluncurkan pada 10 Maret 2025 guna meningkatkan efisiensi dan transparansi transaksi di pasar sekunder. Dalam tiga bulan pertama sejak peluncurannya, fitur ini langsung mencatat nilai transaksi sebesar Rp 100,85 triliun.

Ilustrasi Transaksi Aset

Photo :

  • freepik.com/vectorjuice

Selain repo, transaksi outright atau jual beli surat utang juga membukukan lonjakan signifikan. BEI mencatat nilai transaksi outright meningkat 196,2 persen secara tahunan menjadi Rp 630,5 triliun sepanjang 2025.

Saat ini, SPPA mengakomodasi perdagangan surat utang sebanyak 39 institus yang terdiri dari bank umum, bank pembangunan daerah, serta perusahaan sekuritas. Sebanyak 14 pengguna aktif memanfaatkan fasilitas repo.

Dari sisi komposisi, pasar inter-dealer menunjukkan porsi transaksi repo sebesar 28 persen. Sementara outright menyumbang 23 persen. 

BEI juga terus memperkuat sistem SPPA dengan menyediakan berbagai mekanisme transaksi, mulai dari order book hingga bilateral over the counter (OTC). Langkah ini menjadikan SPPA sebagai platform dengan sistem pencocokan (matching) yang semakin lengkap, khususnya untuk instrumen OTC.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelumnya, SPPA telah lebih dulu beroperasi sejak November 2020 sebagai platform perdagangan surat utang, sebelum akhirnya diperkuat dengan penambahan fitur repo pada 2025.

“Sejak diluncurkan pada tahun 2025, transaksi perdagangan aktivitas penghimpunan dana melalui penerbitan EBUS di SPPA terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun,” kata Kristian. (ANT)

Ilustrasi Saham Meta Cetak Rekor Tertinggi

Bukan Saham, Ini Instrumen yang Bikin Transaksi RI Meroket 49 Persen

Transaksi PBK RI melonjak 49,8 persen pada 2025. Instrumen selain saham ini makin diminati, didorong pertumbuhan nasabah dan inovasi pialang di pasar forex.

img_title

VIVA.co.id

2 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |