Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:17 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.
Langkah ini dilakukan seiring dengan meningkatnya tekanan AS terhadap Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Perang antara kedua negara yang telah berlangsung hampir enam bulan itu masih juga belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.
"Setelah kami selesai mengalahkan Iran, yang saat ini sedang dikalahkan dengan sangat parah, saya akan segera menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat," kata Trump dalam pidatonya di sebuah akademi kepolisian di negara bagian New York, dikutip Sabtu, 15 Agustus 2026.
Trump menuturkan pernyataan tersebut sembari mengeklaim bahwa Amerika Serikat masih memiliki kendali kuat atas jalur pelayaran penting itu melalui blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Dia pun menggambarkan blokade tersebut sebagai sesuatu yang "tidak terbendung" dan "tembok baja.
Trump juga meminta para pendukungnya untuk sementara ini menerima kenaikan harga bensin akibat perang, dengan alasan hal itu diperlukan untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
"Kalian hanya perlu mengingat bahwa apa yang kami lakukan ini merupakan jasa besar bagi dunia," ujarnya.
Perang AS-Israel melawan Iran, yang dimulai sejak akhir Februari lalu, serta penutupan efektif atas Selat Hormuz oleh Iran telah memicu kenaikan harga minyak dan berbagai komoditas lainnya di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran berulang kali menyatakan tidak akan membuka kembali selat yang merupakan jalur perairan sempit di antara Teluk Persia dan Teluk Oman sampai AS mencabut blokade tersebut.
Iran juga menegaskan Selat Hormuz berada di bawah kendali dan pengelolaannya, sementara Trump menghadapi tekanan semakin besar di internal negaranya untuk mengakhiri perang yang tidak disukai itu. (Ant)
Iran Klaim Kendalikan Selat Hormuz, Kapal Komersial Tak Bisa Melintas Tanpa Izin
Ia sekaligus membantah pernyataan Amerika Serikat (AS) mengenai pelayaran normal kapal-kapal di Selat Hormuz. Klaim Washington itu disebutnya tidak benar dan hanya merupa
VIVA.co.id
15 Agustus 2026

5 hours ago
3


















