Senin, 2 Maret 2026 - 14:16 WIB
VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyebut penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh AS sebagai contoh dan menyebutnya sebagai skenario yang sempurna dalam penggulingan kekuasaan. Hal tersebut disampaikan Trump terkait dengan skenario perubahan kekuasaan di Iran.
"Apa yang kami lakukan di Venezuela, menurut saya, adalah skenario yang sempurna, benar-benar sempurna," kata Trump dalam wawancara dengan The New York Times.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan Trump menyiratkan bahwa apa yang berhasil di Venezuela juga akan berhasil di Iran, demikian ditekankan surat kabar tersebut.
Setelah serangan AS ke Iran, Presiden AS Donald Trump mengumumkan, dalam pemikirannya, dia memiliki tiga kandidat untuk memimpin Iran. "Saya memiliki tiga pilihan yang sangat baik," demikian The New York Times mengutip pernyataan Trump.
Ia menolak mengungkapkan siapa saja yang dimaksud.
"Saya tidak akan mengungkapkannya sekarang. Mari kita selesaikan tugasnya terlebih dahulu," kata Trump.
Presiden AS itu juga menolak memberikan janji apa pun untuk melindungi warga Iran, yang sebelumnya ia serukan untuk menggulingkan pemerintah mereka. "Saya tidak membuat komitmen dengan cara apa pun," ujarnya
Trump menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan janji semacam itu.
Menurut laporan The New York Times, Trump membuka kemungkinan pencabutan sanksi AS terhadap Iran jika kepemimpinan baru menunjukkan sikap pragmatis.
Lebih Rumit dari Venezuela
Sebelumnya Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa perubahan rezim di Iran "jauh lebih kompleks" daripada upaya baru-baru ini untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
"Saya membayangkan itu akan jauh lebih kompleks daripada yang kita gambarkan sekarang, karena Anda berbicara tentang rezim yang telah berkuasa sangat lama," kata Rubio kepada anggota parlemen selama sidang Senat tentang Venezuela.
"Jadi itu akan membutuhkan banyak pemikiran cermat, jika kemungkinan itu terjadi," tambahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rubio menggambarkan kehadiran militer AS di Timur Tengah terutama sebagai pertahanan, dengan mengatakan ada sekitar 30.000 hingga 40.000 tentara Amerika yang ditempatkan di delapan atau sembilan fasilitas.
Dia menambahkan bahwa pasukan tersebut berada dalam jangkauan ribuan pesawat tanpa awak (UAV) dari rudal balistik jarak pendek Iran, dan menggarisbawahi perlunya "mencegah secara preemptif" potensi serangan terhadap tentara Amerika dan sekutu AS di wilayah tersebut.
Halaman Selanjutnya
"Kita harus memiliki kekuatan dan daya yang cukup di kawasan ini, setidaknya sebagai dasar untuk bertahan melawan kemungkinan itu," katanya.

1 week ago
10












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)