Trump Tak Setuju Jika Rusia atau China yang Simpan Uranium Iran

2 weeks ago 16

Kamis, 28 Mei 2026 - 10:35 WIB

Washington, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan, tidak akan setuju jika Rusia atau China mengambil persediaan uranium Iran yang diperkaya tingkat tinggi.

"Tidak, saya tidak akan merasa nyaman. Itu tidak akan membuat saya nyaman," kata Trump kepada wartawan saat ditanya mengenai kemungkinan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 11 Mei, Trump mengatakan para negosiator Iran meyakini bahwa hanya AS dan China yang mampu memindahkan material nuklir negara tersebut.

Sementara itu, pada 18 April, perusahaan nuklir negara Rusia, Rosatom, menyatakan siap membantu pemindahan uranium yang diperkaya dari Iran, sementara isu uranium Iran yang telah diperkaya tetap menjadi persoalan utama dan sensitif dalam perundingan antara Washington dan Teheran.

Pada Selasa, Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan bahwa Rusia siap menyimpan material nuklir Iran yang telah diperkaya jika Teheran memintanya sebagai bagian dari kesepakatan dengan AS.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama ke wilayah Iran, yang mengakibatkan lebih dari 3.000 korban jiwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa terobosan.

Meski tidak ada laporan mengenai dimulainya kembali permusuhan, Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran. (Ant)

Presiden AS Donald Trump bersama Menhan Pete Hegseth dan Menlu Marco Rubio saat sidang kabinet Rabu, 28/5

Trump Tak Puas dengan Kesepakatan Akhiri Perang Iran, Bimbang Lanjutkan Serangan

Televisi pemerintah Iran sebelumnya mengatakan bahwa draf garis besar nota kesepahaman dengan Washington mencakup komitmen untuk mencabut blokade laut AS

img_title

VIVA.co.id

28 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |