Senin, 13 April 2026 - 11:30 WIB
VIVA – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) bersiap untuk melanjutkan operasi militer melawan Iran setelah negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran "gagal", demikian laporan The Times of Israel, mengutip bocoran yang diterima dari hasil koordinasi pejabat pertahanan Israel kepada tiga saluran TV utama.
Channel 12 melaporkan, tanpa menyebutkan sumber, bahwa IDF tidak hanya "bersiap untuk konflik baru dengan Iran, tetapi juga bersiap untuk potensi serangan mendadak Iran terhadap Israel."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kantor penyiaran publik Kan, mengutip seorang pejabat pertahanan senior, mengatakan "Israel tertarik untuk memperbarui perang melawan Iran," dengan alasan perang tersebut berakhir "terlalu cepat, tanpa tekanan yang cukup diberikan kepada Iran mengenai masalah nuklir dan rudal balistik."
Menurut laporan tersebut, jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperbarui konflik, "militer akan mencoba menekan Iran untuk menghentikan program nuklirnya dengan menyerang infrastruktur energinya."
Channel 13 mengatakan Kepala Staf IDF Letnan Jenderal Eyal Zamir telah menginstruksikan militer untuk bersiap menghadapi "lanjutan pertempuran segera."
Iran dan Amerika Serikat mengadakan beberapa putaran pembicaraan di Islamabad pada 11 April. Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, sedangkan delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance.
Baik Teheran maupun Washington menyatakan negosiasi tidak mencapai kesepakatan mengenai penyelesaian konflik jangka panjang karena berbagai perbedaan pendapat. Hingga saat ini, belum ada rincian mengenai kemungkinan putaran pembicaraan baru.
Wakil Presiden AS JD Vance mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa delegasi Amerika meninggalkan Pakistan setelah lebih dari 21 jam negosiasi maraton gagal menghasilkan kesepakatan.
Vance mengatakan Washington telah memperjelas "garis merah" mereka, khususnya menuntut jaminan tegas bahwa Iran tidak akan mengejar kemampuan senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Para pejabat AS mengatakan Teheran menolak untuk menerima kondisi tersebut, sementara delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Iran Ghalibaf mengatakan Washington tidak berminat untuk bernegosiasi.
Media Iran menyalahkan tuntutan Amerika yang "berlebihan" atas berakhirnya pembicaraan begitu cepat dan mengindikasikan bahwa tidak ada rencana saat ini untuk negosiasi tambahan.
Presiden Iran Langsung Hubungi Vladimir Putin Usai Negosiasi dengan AS Deadlock
Presiden Iran Masoud Pezeshkian langsung menghubungi sekutunya di Rusia, Presiden Vladimir Putin, pada Minggu, 12/4, setelah perundingan Iran-AS menemui kebuntuan
VIVA.co.id
13 April 2026

2 weeks ago
7



























