Jumat, 31 Juli 2026 - 16:32 WIB
Ankara, VIVA – Turki menargetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu tiga tahun untuk mengurangi ketergantungan pada Selat Hormuz.
Selat Hormuz, jalur kunci untuk distribusi lewat laut terhadap seperlima dari komoditas minyak dunia, sedang menghadapi risiko gangguan di tengah perang AS melawan Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Proyek ini bisa saja selesai dalam waktu empat hingga lima tahun, tetapi kami masih akan membahas apakah proyek itu bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun setelah pekerjaannya dimulai," kata Menteri Perhubungan Turkiye Abdulkadir Uraloglu seperti dikutip surat kabar pro-pemerintah Yeni Safak pada Jumat.
Proyek tersebut mencakup pembangunan jalur kereta api, jalan tol, serta infrastruktur telepon dan energi yang membentang sepanjang 1.200 Km dari Pelabuhan Al-Faw di Irak menuju Turki, dengan sambungan lanjutan ke Eropa.
Pembangunan jalur kereta itu sendiri diperkirakan memakan biaya hingga 15 miliar dolar AS (sekitar Rp270,5 triliun).
Turkiye dan Irak sebelumnya menyepakati pembangunan pos lintas batas baru di Faysh Khabur-Ovakoy serta mekanisme pendanaan proyek pekerjaan tersebut, tambah laporan itu.
Turkiye pun berupaya menyelesaikan proses dokumentasi teknis dan memulai pembangunan pada tahun ini, dengan memprioritaskan pembangunan jalur kereta api untuk memastikan transportasi kargo secara efektif ke Eropa serta mengurangi emisi karbon.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan tersebut juga menyebutan bahwa apabila proyek itu rampung, maka akan dapat mengurangi ketergantungan logistik global terhadap Selat Hormuz.
Proyek berskala besar itu melibatkan Turkiye, Irak, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Turkiye memproyeksikan jalur baru itu sebagai rute perdagangan alternatif yang dapat menjadi pintasan dari titik rawan maritim, termasuk Selat Hormuz dan Kanal Suez. (Ant)
Harga Minyak Dunia Turun usai Melonjak Imbas Konflik AS-Iran, Pasar Mulai Hitung Ulang Risiko Timur Tengah
Harga minyak dunia turun setelah sempat melonjak akibat konflik AS-Iran. Pasar mencermati jalur distribusi minyak dan risiko geopolitik di Timur Tengah.
VIVA.co.id
30 Juli 2026

6 days ago
3


















