Utusan Khusus Iran Beberkan Ancaman Harian Trump ke Teheran: DK PBB Jangan Diam!

3 weeks ago 16

Jumat, 22 Mei 2026 - 06:00 WIB

VIVA – Duta Besar dan Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani mendesak Dewan Keamanan PBB bersikap tegas terhadap ancaman berulang yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump kepada Teheran. Menurutnya, PBB tidak boleh bersikap diam atau acuh terhadap ancaman harian yang diarahkan AS kepada Iran.

Dalam pidatonya pada sidang Dewan Keamanan PBB mengenai perlindungan warga sipil, Iravani menekankan bahwa perlindungan warga sipil bukan sekadar isu kemanusiaan, melainkan kewajiban hukum internasional yang mengikat berdasarkan Konvensi Jenewa dan Piagam PBB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sayangnya saat ini warga sipil semakin sering menjadi sasaran serangan militer yang disengaja, hukuman kolektif, dan penghancuran infrastruktur sipil secara sistematis. Fakta tragis ini terbukti di Gaza, Lebanon, dan baru-baru ini dalam perang terhadap Iran," kata Iravani dilansir Pars Today, Kamis. 

Iravani mengatakan selama 40 hari konflik yang disebutnya sebagai perang "tidak beralasan dan biadab", pihak agresor sengaja menargetkan warga sipil dan fasilitas sipil sehingga memicu pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional.

Meski demikian, Iran menilai Dewan Keamanan gagal menjalankan tugasnya karena terhambat oleh salah satu anggota tetap yang justru disebut sebagai bagian dari agresor, yakni Amerika Serikat.

Dalam pidatonya, Iravani secara terbuka membeberkan sejumlah ancaman Trump yang menurut Iran tidak boleh diabaikan oleh DK PBB. Ancaman itu antara lain: "Pernyataan untuk membombardir Iran dan mengembalikan negara tersebut ke zaman batu, penghancuran infrastruktur energi dan ekonomi Iran, hingga ancaman terhadap ilmuwan nuklir serta pejabat tinggi negara itu."

Ia juga menyoroti retorika yang disebut mengarah pada ancaman penghancuran peradaban Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pidato Iravani disebut bukan sekadar penyampaian sikap diplomatik, melainkan tuntutan agar Dewan Keamanan mengambil tindakan langkah nyata terhadap ancaman tersebut. Iran menilai dunia internasional tidak bisa terus menjadi penonton ketika ancaman terhadap suatu negara terus dilontarkan secara terbuka. "Berhentilah menjadi penonton bisu."

Namun di sisi lain, situasi tersebut kembali memunculkan sorotan terhadap mekanisme hak veto di DK PBB. Selama Amerika Serikat masih memiliki hak veto sebagai anggota tetap, upaya Iran untuk mendorong tindakan Dewan Keamanan dinilai akan sulit membuahkan hasil konkret.

Menteri Dalam Negeri Arab Saudi menerima Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Alireza Rashidian, di Jeddah, Kamis

Arab Saudi Tegaskan Tetap Layani Jemaah Haji Iran Meski Sempat Jadi Sasaran Rudal Teheran

Arab Saudi menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji asal Iran saat musim haji berlangsung, sekalipun berkonflik dengan Teheran

img_title

VIVA.co.id

22 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |