Video Penyiksaan Aktivis Picu Kemarahan Diplomatik: AS, Inggris hingga Australia Protes Keras ke Israel

3 weeks ago 19

Kamis, 21 Mei 2026 - 10:30 WIB

VIVA – Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben-Gvir, telah memicu krisis diplomatik dengan mengunggah video rekaman pasukan keamanan Israel yang menyiksa aktivis internasional yang ditahan saat mereka mencoba berlayar ke Gaza dengan bantuan.

Tiga aktivis dibawa ke rumah sakit akibat kekerasan Israel, kata pengacara yang mewakili kelompok tersebut. Mereka kemudian dipulangkan. Puluhan lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk, yang mengakibatkan masalah pernapasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tim melaporkan pelanggaran sistemik terhadap proses hukum, dan penyiksaan fisik dan psikologis yang meluas oleh otoritas Israel. Sejumlah besar pengaduan tentang kekerasan ekstrem," kata kelompok hak asasi manusia Adalah dalam sebuah pernyataan dilansir Guardian, Kamis, 21 Mei 2026.

Video Ben-Gvir memicu respons cepat dan marah dari negara-negara yang warganya berada di atas kapal, termasuk Inggris, Kanada, Jerman, Belanda, Spanyol, Irlandia, Australia, dan Selandia Baru, dalam banyak kasus dari tingkat pemerintahan tertinggi.

Video tersebut menampilkan gambar puluhan pria dan wanita berlutut berjejer, dengan dahi menempel di tanah dan tangan diikat di belakang punggung. Ben-Gvir mengunggahnya di akun media sosialnya dengan keterangan "Selamat Datang di Israel" dalam bahasa Inggris.

Aktivisi Global Sumud Diikat hingga dijambak Militer Israel

Photo :

  • Tangkapan Layar X.com/@itamar ben-gvir

Ia tampak mengibarkan bendera Israel, mengejek dan mengolok-olok para tahanan, termasuk berteriak: "Rakyat Israel tetap hidup" di depan seorang pria yang terikat.

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, salah satu sekutu terkuat negara itu, menggambarkan perilaku Ben-Gvir sebagai "tercela" dan mengatakan menteri tersebut telah "mengkhianati martabat bangsanya".

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengatakan gambar-gambar tersebut "tidak dapat diterima", dan menuntut pembebasan semua warga negara Italia yang terlibat, bersama dengan permintaan maaf atas perlakuan buruk dan menunjukkan "penghinaan total" terhadap pemerintah Italia.

"Tidak dapat diterima bahwa para demonstran ini, termasuk banyak warga negara Italia, diperlakukan dengan cara yang melanggar martabat manusia," kata Meloni dalam pernyataan panjang yang diunggah di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Luar Negeri Spanyol menyebut perlakuan itu "mengerikan, memalukan, dan tidak manusiawi".

Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, mengatakan di media sosial bahwa ia "benar-benar terkejut" oleh video tersebut. Menurutnya, tindakan itu "melanggar standar dasar penghormatan dan martabat dalam cara orang seharusnya diperlakukan", dan menambahkan bahwa ia telah menghubungi beberapa keluarga warga negara Inggris yang ditahan oleh Israel.

Halaman Selanjutnya

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong ikut mengecam rekaman tersebut secara internasional, dengan mengatakan: "Gambar-gambar yang telah kita lihat sangat mengejutkan dan tidak dapat diterima. Kami mengutuk tindakan Menteri Israel Ben-Gvir – yang telah dikenai sanksi oleh Australia – dan tindakan merendahkan yang dilakukan oleh otoritas Israel terhadap mereka yang ditahan."

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |