Viral Bahlil Jadi 'Avatar Nusantara', Pengamat: Komunikasi Kreatif Efektif Dekati Generasi Muda

6 days ago 2

Kamis, 30 Juli 2026 - 23:57 WIB

Jakarta, VIVA – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh konten kreatif yang menampilkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia

Kali ini, sebuah video berdurasi sekitar 50 detik menyulap Ketua Umum Partai Golkar tersebut menjadi sosok pahlawan super bertajuk 'Avatar Nusantara: Bahlil Sang Penguasa Energi Nusantara'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam tayangan video tersebut, Bahlil digambarkan sebagai 'Kanda Bahlil', sosok penjaga harmoni yang mampu menyatukan empat elemen alam, yakni air, tanah, angin, dan api. 

Visualisasi tersebut menyimbolkan perannya dalam menjaga keseimbangan energi nasional sekaligus memanfaatkan potensi alam demi kesejahteraan rakyat Indonesia. Karya ini disebut-sebut lahir dari apresiasi publik terhadap kinerja cekatannya di kementerian.

Menanggapi fenomena viral ini, Direktur Literasi Politik Indonesia (LPI), Ujang Komarudin menilai hal tersebut sebagai bentuk pengakuan masyarakat atas langkah Bahlil menstabilkan pasokan energi di Tanah Air. Ia menilai, pendekatan kreatif semacam ini sangat relevan untuk mencuri perhatian publik.

“Dalam komunikasi politik hal seperti ini sah-sah saja, karena selalu ada sisi positif dan negatifnya, apalagi masyarakat saat ini lebih menyukai konten yang ringan dibanding isu yang rumit," kata Ujang dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026.

Ujang turut menyinggung viralnya lagu "MBG" tentang Bahlil beberapa waktu lalu yang sukses memikat hati masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa hiburan adalah medium yang ampuh untuk memperkenalkan sosok pejabat negara beserta program kerjanya.

"Konten yang dibuat kreator memudahkan masyarakat mengenal figur pejabat maupun program pemerintah. Kehidupan masyarakat sudah cukup berat, sehingga mereka lebih mudah menerima konten yang ringan dan menghibur, sedangkan konten yang terlalu berat biasanya akan dilewati," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih jauh, akademisi ini menyoroti kekuatan media sosial sebagai pembentuk opini publik yang signifikan. Ia berkaca pada fenomena global, seperti di Timur Tengah, di mana platform digital mampu mendorong perubahan besar dalam ruang politik.

"Media sosial memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perubahan isu maupun kebijakan. Di Indonesia pun media sosial mampu menyederhanakan penyampaian kebijakan agar lebih mudah diterima, terutama oleh kalangan muda," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Menurut Ujang, generasi masa kini memiliki kecenderungan mengonsumsi informasi yang serba instan, sederhana, dan menghibur. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |